Berita

Anies Baswedan beradu penati dengan Ridwan Kamil di Jakarta International Stadium/Ist

Politik

Keakraban Anies-Ridwan Kamil Bisa Jadi Ancaman Buat Ganjar yang Lagi Sibuk Urus Wadas

KAMIS, 17 FEBRUARI 2022 | 12:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hubungan yang hangat antara Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali menyita perhatian publik.

Bagaimana tidak, kedua Kepala Daerah itu terlihat semakin akrab saat bermain adu penalti di Jakarta International Stadium (JIS) pada Rabu kemarin (16/2). Keduanya secara bergiliran menendang bola dan menjaga gawang.

Pemandangan yang menarik perhatian publik itu sontak menuai spekulasi politik. Pasalnya, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil selalu menempati lima besar survei nasional sebagai capres/cawapres potensial pada Pemilu 2024.


Keakraban Anies-Ridwan Kamil ini secara tidak langsung menjadi "ancaman" bagi peluang Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai sesama calon potensial pada 2024.

Terlebih, Ganjar belakangan disorot oleh masyarakat lantaran sikapnya yang dinilai anomali terhadap warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, yang mengalami penindasan hanya karena menolak tambang andesit.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, apabila ditafsir secara politik, kedekatan Anies dan Ridwan Kamil bisa saja menjadi ancaman bagi Ganjar yang juga masuk bursa capres potensial 2024 di sejumlah lembaga survei nasional.

"Keakraban Anies-Ridwan Kamil bisa jadi ancaman bagi Ganjar yang lagi sibuk urus Wadas," kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Kamis siang (17/2).

Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini, dalam komunikasi politik, apa yang dilakukan Anies dan Ridwan Kamil itu merupakan bagian dari strategi bersama untuk curi perhatian publik.

"Bola dijadikan instrumen, karena sepak bola banyak penggemarnya dan JIS menjadi lokasi adu penalti, karena JIS merupakan legacy dari Anies," tuturnya.

"Soal apakah mereka akan berduet, itu belum tentu. Karena duet keduanya akan sulit terjadi. Sebab, keduanya tak punya partai. Partai politik tak akan mau mendukung pasangan yang dari nonparpol. Mereka berdua sering bertemu, itu karena senasib dan sepenanggungan, punya elektabilitas tapi tak punya partai," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya