Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Elektabilitas Airlangga dan Golkar Tertinggi, Ferdinand Situmorang: Tanda Rakyat Yakin Bisa Teruskan Program Jokowi

RABU, 16 FEBRUARI 2022 | 14:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Elektabilitas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Partai Golkar tertinggi dalam survei terbaru yang dirilis dari Citra Network Nasional.

Pengamat perburuhan, Ferdinand Situmorang menilai, tingginya tingkat keterpilihan Airlangga dan meroketnya elektabilitas Partai Golkar merupakan tanda bahwa masyarakat yakin keduanya mampu melanjutkan program sukses Presiden Joko Widodo

"Masyarakat sangat yakin akan kemampuan Airlangga dan Golkar untuk bisa meneruskan program ekonomi Jokowi, apalagi setelah tahun 2024," kata Ferdinand kepada wartawan, Rabu (16/2).


Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional sangat dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, jika elektabilitas Ketua Umum Golkar tersebut meningkat, maka dapat ditafsirkan bahwa masyarakat percaya pada Airlangga dan Golkar akan bisa memulihkan ekonomi masyarakat.

"Apalagi Golkar selama ini dikesankan oleh masyarakat sebagai partai yang lebih intens dalam membangun perekonomian dan kader-kader tidak membuat kegaduhan di publik," pungkasnya.

Citra Network Nasional (CNN) menempatkan elektabilitas Partai Golkar dan Airlangga Hartarto di posisi tertinggi jika pemilu digelar hari ini.

Pada survei yang melibatkan 2.140 responden pada 22 Januari hingga 6 Februari 2022 itu, Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih sebagai Top of Mind.

"Partai Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih sebagai Top of Mind dengan tingkat keterpilihan sebesar 14,9 persen,” tutur Direktur Eksekutif CNN, Dwi Harini dalam keterangannya, Rabu (16/2). 

Dwi menambahkan, Golkar mengalahkan PDIP di posisi kedua dengan 14,8 persen. Di urutan ketiga, muncul Gerindra dengan 14,2 persen, disusul Demokrat 4,2 persen, dan Nasdem dengan 3,9 persen. Posisi enam hingga sembilan muncul PKS (3,2 persen), PKB (3,2 persen), PPP (1,2 persen) dan PAN (1,1 persen).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya