Berita

Tokoh muda Alkhairat Habib Mohammad Sadig al-Habsyi/RMOL

Hukum

Massa Penolak Tambang Emas Tewas, Tokoh Muda Alkhairaat Desak Polri Usut Tuntas Kerusuhan di Parigi Mautong

SENIN, 14 FEBRUARI 2022 | 22:19 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gejolak kematian salah satu massa penolak tambang emas di Kabupaten Parigi Mautong, Provinsi Sulawesi Tengah membuat tokoh muda Alkhairat buka suara.

Tokoh muda Alkhairat Habib Mohammad Sadig al-Habsyi meminta pemerintah mengusut tuntas insiden kematian salah satu massa aksi.

Sebagai warga sipil, ia menyesalkan insiden yang mengakibatkan seorang warga bernama Erfaldi meninggal dunia.


Habib Sadig meminta pemerintah baik unsur kepolisian dan Pemda Sulteng membuka kasus tambang di Parigi Mautong ke pada publik. Apalagi, ditambahkan Sadiq, Kapolda Jateng telah menyatakn akan tegas pada anggotanya jika terbukti terlibat dalam kematian Erfaldi.

"Kita apresiasi niat tersebut. Tetapi, jangan lupa, kepolisian perlu bersikap terbuka dan masyarakat harus mengawal penegakan keadilan bagi almarhum," tegas Habib Sadiq, Senin (14/2).

Selain itu, Habib Sadiq mengatakan bahwa aksi demonstrasi di Parigi Mautong yang menuntut pencabutan IUP PT Trio Kencana merupakan mekanisme s=yang sah dalam negara demokrasi seperti Indonesia.

Meski demikian, Habib Sadiq mengatakan proses demonstrasi harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Tetapi ini tidak bisa dilakukan seenaknya. Ada aturan. Ada UU dan Peraturan Kapolri yang mengatur aksi masa. Contohnya, tidak boleh menggangu ketertiban umum dan ada waktu berdemonstrasi," ungkap cicit pendiri Alkhairaat itu.

Sebagai mantan aktivis di pusat dan daerah, Habib Sadig lantas mempertanyakan aksi pada Sabtu yang lalu. Ia mengaku sudah khatam melakukan demonstrasi, baik di pusat dan di daerah.

Menurutnya, saat demonstrasi dilakukan sampai dini hari tentu tidak dibenarkan.

"Kalau ada demonstrasi sampai dini hari, menutup akses jalan antara provinsi, bahkan menyebabkan korban jiwa, saya patut bertanya, apa agenda sebenarnya di balik demo itu dan siapa pendananya?" ungkapnya.

Oleh sebab itu, Habib Sadig juga meminta aparat dan pemerintah untuk menelusuri agenda di balik demonstrasi serta mengungkap otak di balik demo yang menyebabkan kematian warga.

Tidak hanya itu, Habib Sadiq ingin polisi tidak hanya berhenti pada kasus penembakan warga tetapi juga mengungkap pihak dbalik kepentingan kerusuhan aksi yang terjadi Sabtu kemarin.

"Kematian adalah takdir. Tetapi kita boleh merekonstruksi penyebabnya untuk belajar. Bila demo pada hari Sabtu yang lalu dilaksanakan sesuai aturan, tidak ada korban jiwa," tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya