Berita

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai/Net

Dunia

Dana Bank Sentral Digunakan Biden untuk Kompensasi Korban 9/11, Hamid Karzai: Rakyat Afghanistan Juga Korban

SENIN, 14 FEBRUARI 2022 | 08:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai turut mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan mengalihkan sebagian dana Bank Sentral Afghanistan untuk korban serangan teror 9/11.

Berbicara dalam konferensi pers pada Minggu (13/2), Karzai menekankan bahwa dana yang dibekukan AS tersebut merupakan milik rakyat Afghanistan, bukan pemerintahan mana pun.

"Uang ini bukan milik pemerintah mana pun. Sebagian besar uang ini dikumpulkan selama masa jabatan saya. Tapi itu bukan uang pemerintahan saya. Bukan juga pemerintahan setelah saya, yang dipimpin Dr Ashraf Ghani, atau pemerintahan hari ini," ujarnya, seperti dikutip Sputnik.


“Uang ini milik rakyat Afghanistan. Ini adalah milik rakyat Afganistan. Saya meminta Presiden Joe Biden untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dan mengembalikan totalitas aset Afghanistan, cadangan kembali kepada rakyat Afghanistan," tambahnya.

Berdasarkan perintah eksekutif yang ditandatangani Biden pada Jumat (11/2), AS akan membagi 7 miliar dana Bank Sentral Afghanistan yang dibekukan, menjadi 3,5 miliar dolar AS untuk distribusi kemanusiaan ke Afghanistan, dan 3,5 miliar dolar AS lainnya membayar kompensasi korban serangan teror 9/11.

Karzai menyebut, rakyat Afghanistan tidak bertanggung jawab atas 9/11 sehingga tidak adil jika dana tersebut dialihkan untuk kompensasi.

Alih-alih, ia mengatakan, rakyat Afghanistan juga merupakan korban yang telah menderita selama berdekade-dekade.

“Kami bersimpati dengan mereka (korban 9/11), tetapi orang Afghanistan sama menjadi korban yang kehilangan nyawa mereka. Menahan uang atau menyita uang dari orang-orang Afghanistan atas nama mereka adalah tidak adil dan merupakan kekejaman terhadap orang-orang Afghanistan," tekannya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya