Berita

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

62 Menit Telepon Putin, Biden Soroti Prediksi Intelijen Rusia Bisa Invasi Ukraina dalam Waktu Dekat

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 06:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Laporan intelijen yang menyebutkan Rusia siap menginvasi Ukraina dalam hitungan hari membuat Joe Biden bersiaga. Presiden Amerika Serikat (AS) itu kemudian melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dari Camp David pada Sabtu (12/2) pukul 11.04 waktu setempat, Biden melakukan panggilan telepon selama 62 menit bersama Putin, seperti dilaporkan Associated Press.  

Menurut Gedung Putih, Biden meminta Putin untuk menarik mundur 100 ribu pasukannya yang dikerahkan di dekat perbatasan Ukraina.


Ia juga menekankan bahwa AS dan sekutu-sekutunya siap menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat terhadap Moskow jika Rusia menginvasi Ukraina.

Sementara itu Kremlin menyebut spekulasi terkait invasi Rusia ke Ukraina sangat provokatif. Putin sendiri mengeluhkan AS dan NATO yang tidak mengindahkan tuntutan Rusia agar Ukraina dilarang bergabung dengan NATO, dan pasukan aliansi tersebut ditarik mundur dari Eropa timur.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Hal serupa juga dilakukan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

AS bersama sejumlah negara lainnya, termasuk Inggris, Kanada, Selandia Baru, hingga Norwegia telah meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina.

Peringatan itu muncul setelah intelijen menyebut Rusia bisa melakukan invasi ke Ukraina dalam waktu dekat, yang hingga saat ini masih belum jelas.

Meski Moskow berulang kali membantah rencana tersebut, AS menyoroti penumpukan senjata Rusia di dekat Ukraina yang telah mencapai titik di mana mereka dapat menyerang dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencoba untuk menunjukkan ketenangan.

"Kami tidak takut, kami tidak panik, semua terkendali," ujarnya pada Sabtu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya