Berita

Jurubicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi/Net

Kesehatan

Data Kemenkes: 66 Persen Kasus Meninggal Covid-19 Belum Divaksin

SABTU, 12 FEBRUARI 2022 | 13:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lonjakan kasus meninggal akibat infeksi Covid-19 terus ditekan pemerintah dengan menggenjot vaksinasi di komunitas masyarakat.

Jurubicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menerangkan, vaksinasi tercatat mampu mengurangi transmisi Covid-19 di lingkungan masyarakat.

Hanya saja, dengan adanya sebarang varian Omicron ditambah banyak masyarakat yang belum melengkapi dosis vaksinasinya, terdapat potensi lonjakan kasus positif dan angka kematian Covid-19.


"Data Kemenkes periode 21 Januari hingga 8 Februari 2022 menunjukkan dari 487 pasien Covid-19 yang meninggal, 66 persen di antaranya belum divaksinasi lengkap," ujar Nadia dalam keterangan tertulis yang dilansir laman Sekretariat Kabinet, Sabtu (12/2).

Nadia menyebutkan, penelitian terbaru Kemenkes bersama Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia menunjukkan efektivitas vaksin bagi masyarakat.

"Mereka yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac dua dosis, pemberian vaksin booster setengah dosis mampu meningkatkan antibodi yang sebanding dengan dosis penuh," tuturnya.

Lebih lanjut Nadia menyampaikan, jarak waktu terbaik untuk mendapatkan dosis booster adalah minimal enam bulan setelah vaksinasi kedua. Kemudian, apabila seseorang mendapatkan booster di bulan ke enam atau sembilan, maka antibodi yang diproduksi bisa sampai 12,5 sampai 88,9 kali lipat tergantung merek vaksin booster yang digunakan.

Maka dari itu, Nadia mengajak masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi booster gratis yang disediakan pemerintah. Selain itu, masyarakat yang belum melengkapi dosis vaksinasi kedua maupun kesatu diimbau segera mengikuti program yang tersedia.

"Lewat semua cara pencegahan yang bisa dilakukan baik oleh pemerintah dan masyarakat, diharapkan penularan Covid-19 yang didominasi Omicron bisa segera dilalui dan dikendalikan secepatnya," tutup Nadia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya