Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabodetabek Disumbang Klaster Perkantoran

JUMAT, 11 FEBRUARI 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Klaster Covid-19 di perkantoran di wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kembali melonjak tajam setelah beberapa waktu lalu mereda.

Interaksi teman kantor yang saling percaya satu sama lain diduga telah memperbesar risiko penularan virus Covid-19.

Berdasarkan data laju penularan Covid-19 di wilayah Jabodetabek, tertinggi di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, dan Jakarta Barat.


“Saya ingin menyampaikan laju penularan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek, berdasarkan data insiden kumulatif atau proporsi kasus baru per 10.000 penduduk dalam satu minggu. Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan laju penularan tertinggi, disusul Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, dan Jakarta Barat,” kata Jurubicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (11/2).

Wiku meminta hal tersebut menjadi perhatian semua masyarakat agar penularan di daerah-daerah tersebut dapat ditekan.

"Khususnya yang disumbangkan oleh klaster perkantoran, baik kantor pemerintahan maupun swasta,” kata Wiku.

Wiku mengingatkan kepada pimpinan kantor agar berkontribusi untuk menurunkan angka kasus Covid-19 dari klaster perkantoran.

“Jika di minggu depan masih menjadi penyumbang kasus dalam wilayah aglomerasi, maka pimpinan kantor telah gagal dalam kontribusinya untuk menurunkan dan mencegah kasus di wilayah tersebut,” kata Wiku.

Wiku menambahkan, masyarakat yang rutin melakukan perjalanan termasuk karena tuntutan pekerjaan dan tertular, dapat berpotensi menularkan dalam orang satu rumahnya dan berpotensi pula memunculkan klaster keluarga.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya