Berita

Pemerhati kebijakan publik, yang juga Sekjen FKP2B dan aktivis pergerakan 77-78, Syafril Sjofyan/Net

Publika

IKN Baru, Mimpi Indonesia dengan Presiden Baru tanpa PNS

JUMAT, 11 FEBRUARI 2022 | 07:28 WIB | OLEH: SYAFRIL SJOFYAN

BERSELANCAR di mbah Google asyik. Terkadang dapat berita lama yang belum atau tidak sempat dibaca. Menarik terkadang ada berita lama terkait dengan isu baru.

Menemukan berita yang pernah dilansir Jawa Pos tentang survei IDM (IndonesiaDevelopment Monitoring) yang digelar pada 7 hingga 20 Agustus 2019 sudah hampir dua tahun lebih. Sebelum pandemi Covid-19. Terkait pemindahan Pusat Pemerintahan dan Ibu Kota Negara ke Kalimantan. Terungkap, 94,7 persen ASN menolak. Penolakan terhadap ide Presiden Jokowi.

Dari hasil survey IDM dalam bentuk tanya jawab dilakukan terhadap 1.225 responden ASN pada tingkat kepercayaan 95 persen dan memiliki margin of error -/+ 2,1 persen. Mewakili 800 ribu PNS yang bertugas di Jakarta.


Alasan penolakan mereka 93,7 persen menyatakan khawatir dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan anak yang kurang bermutu. Sebab, sarana yang berkualitas banyak di DKI Jakarta. Sebanyak 92,6 persen ASN menyatakan gaji dan pendapatan mereka tidak akan mencukupi biaya hidup.  

Dengan tergesa seperti dikejar target DPR-RI menyetujui UU IKN. Bisa jadi para wakil partai di DPR-RI belum/ tidak membaca survei tersebut. Saya jadi teringat pernyataan pesakitan KPK, mantan Ketua Umum  Partai Golkar Setya Novanto dalam suatu kesempatan pernah menyatakan Presiden Jokowi itu "koppig" (bahasa Belanda), dalam bahasa Indonesia artinya ada beberapa; keras hati - besar kepala - dablek - degil - nekat – ngotot.

Sehingga walau gimanapun, mimpi Presiden Jokowi untuk berpesta Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2024 di IKN Nusantara harus terlaksana. Koalisi gemuk Partai yang sudah dikondisikan “mendapatkan” bagian kekuasaan di Kabinet sejak satu periode dan dilanjut dua periode. Serta pasangan lawan tanding dalam Pilpres  Prabowo – Sandi sudah pula mendapat bagian kekuasaan. Tentu harus turut serta. Apapun yang akan terjadi. Walau harus berutang atau jual obral asset negara.

Katakanlah Presiden Jokowi “koppig” alias ngotot, akan melakukan “pemaksaan” memindahkan PNS/ ASN. Nah terkait dengan hasil survei IDM.  Ketika ditanyakan bagaimana jika mereka dipaksa pindah bertugas ke ibu kota negara yang baru. Maka 78,3 persen PNS akan mengajukan pensiun dini dari tugasnya, hanya 19,8 persen PNS bersedia ikut pindah.

Jika ini terjadi pusat pemerintahan akan “chaos” tugas pemerintahan akan terbengkalai. Upacara bendera 17 Agustus 2024 terlaksana. Oktober 2024 Jokowi tidak lagi menjabat Presiden. Setelah itu praktis kegiatan pemerintahan berhenti karena PNS bersisa kurang dari 20 persen. Tidak mudah mencetak PNS. Jika demikian kasihan Presiden yang baru. Bingungkan.

Penulis adalah pemerhati kebijakan publik, yang juga Sekjen FKP2B dan aktivis pergerakan 77-78

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya