Berita

Warga Wadas main biliar saat diamankan di Polres Purworejo/Repro

Politik

Meski Warga Wadas Tertawa Main Biliar, Pendekatan Aparat Tetap Dievaluasi

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 20:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Polda Jawa Tengah memastikan tetap mengedepankan penanganan humanis kepada warga Desa Wadas, Purworejo, yang sebelumnya sempat diamankan.

Perlakuan humanis salah satunya terekam saat warga di tengah istirahat, menyempatkan bermain biliar di Markas Polres Purworejo.

Perlakukan kepada warga Wadas itu pun mendapat pujian dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kata dia, video yang tersebar itu menjadi satu informasi yang harus diketahui publik.


"Saya juga menyampaikan terimakasih karena mendapatkan video kemarin selama mereka diamankan itu main biliar, tertawa gitu. Suasananya tidak ditekan jadi penting juga publik untuk tahu," kata Ganjar dalam keterangannya, Kamis (10/2).

Meski begitu, Ganjar memastikan tetap ada evaluasi pada pendekatan aparat terhadap masyarakat. Menurutnya, tidak boleh lagi ada tindak kekerasan dalam penyelesaian masalah.

"Yang jelas kita review ulang agar dalam melakukan pendekatan nanti tidak ada kekerasan," katanya.

Sebanyak 66 warga Wadas yang terlibat perselisihan dengan sesama warga dan diamankan Polres Purworejo, sudah dikembalikan ke rumah masing-masing, pada Rabu siang (9/2).

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy menegaskan keseluruhan warga dalam kondisi sehat dan menerima perlakuan humanis dari kepolisian.

"Di Mapolres bahkan mereka sempat main bilyard serta beristirahat di masjid," kata Iqbal.

Keseluruhan warga tersebut, dikatakan Iqbal dinyatakan selesai menjalani pendataan dan pemeriksaan di Mapolres. Adapun pemulangan warga tersebut adalah realisasi statement Kapolda Jateng dan Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan konferensi pers, pagi sebelumnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya