Berita

Citra satelit menunjukkan area perumahan pasukan dan tempat parkir kendaraan di Rechitsa, Belarus, 4 Februari 2022/Reuters

Dunia

Latihan Perang Rusia di Belarus, Pesan Tersembunyi untuk Ukraina?

RABU, 09 FEBRUARI 2022 | 22:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia sedang bersiap untuk memulai latihan militer selama 10 hari di Belarus pekan ini.

Pasukan dan perangkat keras Rusia telah mulai tiba di Belarus sejak pertengahan Januari lalu. Setidaknya ada sekitar 30 ribu pasukan tempur yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam latihan yang dikenal sebagai “Allied Resolve” itu.

Bukan hanya itu, dua batalyon sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 dan 12 jet tempur Sukhoi Su-35 pun telah ditempatkan di Belarus.

Diperkirakan bahwa "Allied Resolve" akan mencakup manuver kekuatan udara dan pasukan darat skala besar untuk mensimulasikan serangan dari negara NATO terdekat.

NATO menyebut latihan ini adalah pengerahan terbesar ke Belarus sejak Perang Dingin. Terlebih, latihan ini dilakukan di saat Rusia tengah bersitegang dengan Ukraina.

Sejumlah pakar keamanan menilai bahwa latihan ini merupakan unjuk kekuatan yang menunjukkan kepada Ukraina dan Barat bahwa Rusia serius mengenai potensi perang.

Sejumlah pakar keamanan menilai bahwa latihan ini merupakan unjuk kekuatan yang menunjukkan kepada Ukraina dan Barat bahwa Rusia serius mengenai potensi perang.

"Kehadiran militer ditujukan untuk mengancam Polandia dan Lithuania ke arah barat, dan utara Ukraina. Pesannya adalah Rusia mampu melakukan operasi yang dapat merebut Kyiv,” kata mantan diplomat Ukraina dan pakar kebijakan keamanan di Pusat Strategi Pertahanan Alexander Khara, seperti dikabarkan Al Jazeera.

“Mereka memperluas sumber daya kami yang terbatas, mempersiapkan kemungkinan serangan dan melakukan pengumpulan intelijen untuk melihat kemampuan apa yang kami gunakan dan bagaimana kami bereaksi. Ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa mereka memiliki tujuan, kemampuan, dan kemauan politik untuk menerapkan kekuatan militer di Ukraina jika Barat tidak menyetujui tuntutan (Presiden Vladimir) Putin," sambungnya.

Tuntutan Rusia itu termasuk larangan Ukraina memasuki NATO dan pembatasan pengerahan pasukan dan senjata ke sayap timur aliansi. Kedua tuntutan itu telah ditolak oleh Amerika Serikat dan NATO.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya