Berita

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat menggelar jumpa pers bersama BPN dan Kepolisian di Mapolres Purworejo, Rabu (9/2)/RMOLJateng

Nusantara

Ganjar Minta Maaf, Arwani: Sudah Mukul Baru Ngajak Ngopi, Kok Penak

RABU, 09 FEBRUARI 2022 | 15:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang telah meminta maaf kepada masyarakat, khususnya warga Wadas, terkait peristiwa yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, pada Selasa kemarin (8/2).

Ganjar menegaskan, dirinya akan bertanggungjawab atas peristiwa yang terjadi di Wadas itu. Termasuk terkait sejumlah masyarakat yang diamankan oleh aparat, dirinya meminta untuk dibebaskan.

"Saya intens komunikasi dengan Kapolda, Wakapolda, dan lainnya, memantau perkembangan yang ada di Purworejo khususnya Wadas. Kami sudah sepakat, masyarakat yang diamankan kemarin, hari ini akan dilepas untuk dipulangkan," ujar Ganjar.


Permintaan maaf ini pun mendapat tanggapan beragam dari masyarakat di kolom komentar akun Facebook milik Ganjar yang membagikan video permintaan maaf itu.

Salah satu komentar itu dikatakan Cak Sur, yang menilai meminta maaf memang mudah. Tetapi, mencegah kejadian yang tidak diharapkan tentu akan lebih bijak.

"Maafnya mudah pak, tapi tanggung jawabnya itu mbok yo sebelumnya dirembug baik-baik sebelum terjadi hal yang paling tidak bisa di lupakan bila ada yang terkena pukulan karena bela haknya," kata Cak Sur, Rabu (9/2).

Dikatakan Cak Sur, permintaan maaf Ganjar justru bisa menjadi sandungan karir pemerintahannya. Pasalnya, dia meminta maaf setelah kejadian di Desa Wadas viral.

"Setelah viral baru ada tindakan mohon maaf, ini bisa jadi batu kecil bapak melangkah, karena percuma bapak ke sana ke mari bapak sosialisasi, tapi di lingkup bapak sendiri malah ada kejadian yang sebenarnya tidak perlu terjadi," katanya.

Komentar lainnya dituliskan Muhammad Arwani. Kata dia, permintaan maaf Ganjar terlambat karena masyarakat terlanjut dibuat tidak nyaman.

"Ibaratnya sudah mukul baru ngajak ngopi. Kok penak," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya