Berita

Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra/Net

Politik

Memiliki Reputasi Baik, Pemerintah Tidak Boleh Anggap Angin Lalu Tokoh Penolak IKN

RABU, 09 FEBRUARI 2022 | 04:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Petisi penolakan pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan Timur bertajuk "Dukung Suara Rakyat: Pak Presiden, 2022-2024 Bukan Waktunya Memindahkan Ibukota" telah menyentuh lebih dari 11 ribu dukungan.

Merespons mengalirnya dukungan terhadap penolakan IKN, pengamat politik Iwel Sastra mengaku tidak heran dengan mengalirnya dukungan itu, sebab tokoh yang tergabung dalam petisi ini memiliki reputasi yang baik.

Kata Iwel, tokoh yang tergabung dalam petisi itu memiliki latar belakang yang bermacam-macam.


"Ada juga tokoh yang memiliki latar belakang ekonom sehingga penolakan ini bukan asal melakukan penolakan tapi disertai dengan kajian," demikian kata Direktur Mahara Leadership ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/2).

Menurut Iwel, keputusan perpindahan IKN terkesan tergesa-gesa. Argumentasinya, disamping waktunya saat ini kurang tepat karena sedang pandemi dan beban hutang negara yang besar.

"Sebaiknya pemerintah tidak memandang sebagai angin lalu petisi ini. Perlu juga pemerintah mendengarkan dan mempertimbangkan masukan para tokoh bangsa tersebut," pungkas Iwel.

Petisi penolakan IKN diorganisir oleh CEO sekaligus Co-Founder Narasi Institute Achmad Nur Hidayat. Tak hanya itu, petisi ini ternyata diinisiasi oleh ke-45 tokoh nasional sejak tiga hari lalu.

Beberapa nama inisiator yang sudah akarab dikenal publik di antaranya Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Prof. Dr. Azyumadri Azra, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Prof. Dr. Busyro Muqodas, Prof. Dr. Nurhayati Djamas, Prof. Dr. Daniel Mihammad Rasyied, Dr. Anwar Hafid, dan Faisal Basri.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya