Berita

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani/Ist

Politik

Masih Diminati Masyarakat, Sekjen Gerindra: Tahun 2024 Saatnya Prabowo Subianto Jadi Presiden

SELASA, 08 FEBRUARI 2022 | 17:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat Indonesia masih menaruh minat dan harapan agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Begitu ditegaskan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam saat meninjau vaksinasi Covid-19 yang digelar DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (8/2).

Buka sekadar pernyataan, Muzani mengatakan, bukti masyarakat masih menginginkan Prabowo maju sebagai capres itu didasari hasil sejumlah lembaga survei di mana Menteri Pertahanan itu mayoritas unggul popularitas dan elektabilitas dari kandidat capres potensial lainnya.


"2024 insyaAllah akan maju sebagai calon presiden dari Partai Gerindra. Kita semua Partai Gerindra, masyarakat Indramayu, masyarakat Jawa Barat berada di belakang beliau," kata Muzani.

Untuk mencapai tujuan itu, kata Muzani, seluruh elemen kader dan simpatisan Partai Gerindra harus bekerja maksimal mensosialisasikan figur dan gagasan Prabowo Subianto.

"Seluruh kader Gerindra di Indramayau, di Jawa Barat, dan di seluruh Indonesia akan all out mengantarkan beliau 14 Februari 2024 menjadi presiden," tegasnya.

Soal dengan siapa Prabowo nanti akan dipasangkan, lanjut Wakil Ketua MPR RI ini, bahwa sosok pendamping Prabowo nantinya adalah putra atau putri terbaik bangsa Indonesia.

"Pak Prabowo akan dipasang dengan orang-orang terbaik bangsa. Kami menyambut baik dan menyambut gembira begitu banyak orang yang ingin mendampingi Pak Prabowo dan kami meyakini memang inilah saatnya beliau menjadi presiden," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya