Berita

Uni Afrika/Net

Dunia

Terpecah Belah, Uni Afrika Tunda Sesi Debat Pemberian Status Pengamat ke Israel

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 11:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Afrika telah menunda sesi debat terkait status pengamat untuk Israel untuk menghindari perpecahan yang semakin dalam di antara negara-negara anggota.

Ketua Uni Afrika yang baru terpilih untuk 2022, Macky Sall, mengatakan mereka akan membahas masalah ini secara menyeluruh dan sepakat untuk menundanya hingga KTT Uni Afrika pada 2023.

"Masalah ini dapat memecah belah kita, Afrika tidak dapat dibagi," ujarnya kepada wartawan di akhir KTT Uni Afrika selama dua hari di ibukota Ethiopia, Addis Ababa pada Minggu (6/2).


Ia mengatakan, perpecahan akan menghasilkan institusi yang rapuh yang mungkin tidak secara efektif berfokus pada masalah-masalah serius.

Kendati begitu, Sall menambahkan, sebuah komite telah dibentuk untuk berkonsultasi dengan negara-negara anggota dan membangun konsensus mengenai masalah tersebut.

"Ini akan terdiri dari delapan kepala negara dan pemerintahan, dan akan mempresentasikan rekomendasinya pada pertemuan puncak berikutnya," jelasnya seperti dikutip Anadolu Agency.

Pada 22 Juli, Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa duta besarnya untuk Ethiopia, Admasu Al-Ali, telah menyerahkan kredensialnya sebagai anggota pengamat ke Uni Afrika, yang diterima secara sepihak oleh Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat.

Beberapa negara anggota, khususnya Aljazair dan Afrika Selatan, memprotes keputusan Mahamat, dengan mengatakan bahwa mereka belum diajak berkonsultasi tentang langkah tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra mengecam keputusan Uni Afrika untuk memberikan Israel status pengamat. Ia menyebutnya sebagai kesalahan ganda.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya