Berita

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern/Net

Dunia

Partai Maori Desak Selandia Baru Cerai dari Kerajaan Inggris

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 10:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Partai Maori menyerukan agar Selandia Baru bercerai dari persemakmuran dan melepaskan diri dari Kerajaan Inggris.

Seruan itu disampaikan oleh pemimpin Partai Maori, Pati Rawiri Waititi selama peringatan 182 tahun penandatanganan perjanjian Waitangi atau Te Tiriti o Waitangi pada Minggu (6/2). Itu adalah dokumen hukum dasar Selandia Baru.

Perjanjian Waitangi ditandatangani oleh masyarakat adat (tangata whenua) dan Kerajaan Inggris.


Menurut Waititi, sudah waktunya bagi Selandia Baru untuk mengambil alih hak asuh penuh dari kerajaan.

"Ini tidak berarti mahkota itu lepas kendali. Jika pasangan bercerai, Anda tidak kehilangan tanggung jawab untuk anak Anda. Ini akan menjadi kesempatan untuk membayangkan kembali kemitraan yang lebih bermakna dan memuaskan," ujarnya beranalogi, seperti dikutip The Guardian.

Perjanjian Waitangi menjamin Maori atas hak tanah mereka. Namun dalam 100 tahun setelah penandatanganannya, Māori kehilangan lebih dari 90 persen tanah mereka melalui campuran penyitaan langsung oleh kerajaan, penjualan swasta atau pemerintah, dan praktik pengadilan tanah yang tidak mengakui kepemilikan kolektif.

Dorongan masa lalu bagi Selandia Baru untuk menjadi republik telah berjuang untuk mendapatkan momentum.

Jajak pendapat dari Colmar Brunton pada tahun 2021 menemukan sepertiga warga Selandia Baru ingin memutuskan hubungan dengan monarki, sementara 47 persen tidak dan 20 persen tidak tahu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya