Berita

Menteri BUMN Erick Thohir saat hadir di Universitas Merdeka Madiun, Jawa Timur/Ist

Politik

Komitmen Bongkar Kasus Korupsi, Erick Thohir Dihadiahi Pantun Mahasiswa di Madiun

MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 15:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri BUMN, Erick Thohir mendapatkan kejutan dari mahasiswa Universitas Merdeka Madiun, Jawa Timur, ketika dia didaulat menjadi pembicara seminar.

Seusai memberi paparan seminar, Erick memberi kesempatan mahasiswa bertanya. Salah satunya bernama Tiara Janawa, yang mengawali pertanyaan dengan panjut pujian bagi Erick Thohir.

"Ke Madiun beli pecel, di jalan ketemu pendekar. Pak Erick Thohir jadi role model, berkat beliau kasus korupsi berhasil dibongkar," ujar Tiara kepada Erick di Graha Samiarto Laksono, Universitas Merdeka Madiun, Jawa Timur, Minggu (6/2).


Adapun pertanyaan Tiara, dia mempertanyakan kontribusi Kementerian BUMN dalam membangun visi generasi emas Indonesia. Termasuk juga, sejumlah kebijakan Erick seperti menunjuk kalangan muda menjabat posisi strategis BUMN, membuka program magang, hingga memberikan beasiswa pendidikan.

Menjawab pertanyaan itu, Erick menjelaskan, keuntungan BUMN di 2020 hanya Rp 13 triliun. Namun, setelah bertansformasi, di 2021 lalu BUMN meraup keuntungan hingga Rp 60 triliun.

"Itu meningkat ratusan persen. Dan tentu keuntungan ini diberikan kepada pemerintah sebagai program yang selama ini membantu Covid-19. Vaksin gratis, listrik 450 watt gratis, itu karena pendanaan yang didapatkan dari pemerintah tidak hanya berdasarkan pajak, tetapi deviden BUMN," kata Erick.

Soal pantun Tiara, memang bukan isapan jempol belaka. Erick memang telah membongkar sejumlah kasus besar yang ada di lingkungan perusahaan pelat merah. Terbaru, Erick melaporkan dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia (Persero) ke Kejaksaan Agung RI.

Bahkan, langkah Erick ini pun mendapat pujian dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Selain Garuda Indonesia yang dilaporkan, kata Burhanuddin, Erick juga telah membantu pihaknya membongkar kasus mega korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri (Persero).


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya