Berita

Warga berkerumun saat Jokowi Kunker ke Kabupaten Toba, Sumatera Utara/Repro

Politik

Kerumunan Jokowi di Toba Bukti Pemerintah Tidak Punya Komitmen Kendalikan Covid-19

SABTU, 05 FEBRUARI 2022 | 05:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Petinggi DPP Partai Demokrat juga angkat bicara terkait kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Pasar Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (2/2).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat Irwan mengatakan, kerumunan warga yang terjadi saat orang nomor satu di Indonesia ini Kunker tidak bisa dianggap hal biasa saja. Sebab, perilaku itu mengindikasikan pemerintah makin menurun dalam menerapkan protokol Covid-19.

Pendapat Irwan, aktivitas Kunker Presiden ke berbagai daerah yang kerap menimbulkan kerumunan itu menjadi salah satu sebab penularan Covid-19 meningkat.


"Teladan Jokowi dan pembantunya dalam Prokes kegiatan makin drop," demikian kata Irwan, Jumat (4/2).

Pria yang juga Ketua DPD Demokrat Kalimantan Timur itu menyayangkan Jokowi justru memci kerumunan. Dikatakan anggota Komisi V DPR RI ini, kerumunan saat Kunker bukti bahwa pemerintah tidak punya komitmen dalam mengendalikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Apalagi, selama ini, Irwan memandang sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu, Jokowi tidak pernah tegas dalam menyikapi virus asal Kota Wuhan, China itu.

Beberapa contoh ketidak seriusan pemerintah dicatat Irwan, yakni saat kasus di luar negeri tinggi justri pemerintah membuka kedatangan orang asing. Termasuk saat larangan mudik tetapi masyarakat masih dibolehkan pulang kampung.

"Saat natal dan tahun baur harus PPKM, malah dibiarkan," pungkas Irwan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya