Plt jurubicara bidang penindakan KPK Ali Fikri/Net
Meski belum mengumumkan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi kerjasama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) Tbm dengan PT Loco Montrado (LM) tahun 2017, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memanggil saksi-saksi, Jumat (4/2).
Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, hari ini, tim penyidik memanggil dua orang sebagai saksi.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," ujar Ali kepada wartawan, Jumat siang (4/2).
Saksi-saksi yang dipanggil yaitu, Helminton Jaharjo Sitanggang selaku Manager Refining Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam periode Januari 2015-2017 atau Manager Bisnis Feasibilty periode Agustus 2019-sekarang; dan Agung Kusumawhardana selaku Marketing Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam periode 2007-2018
KPK pada Rabu, 13 Oktober 2021 mengumumkan tengah melakukan penyidikan perkara ini. Akan tetapi, KPK belum dapat menjabarkan mengenai konstruksi lengkap perkara, pasal yang disangkakan serta pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Karena, hal tersebut akan disampaikan secara rinci ketika dilakukan upaya paksa penangkapan ataupun penahanan para tersangka.
KPK masih terus menggali keterangan sejumlah saksi serta upaya paksa penggeledahan dan penyitaan berbagai barang bukti di beberapa lokasi, seperti di Jakarta, Banten, dan Kalimantan Barat.
Namun demikian, salah satu pihak yang terungkap telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu, Direktur PT Loco Montrado (LM), Siman Bahar alias Bing Kin Phin.
Hal itu diketahui karena Siman Bahar melakukan upaya hukum gugatan praperadilan atas ditetapkannya sebagai tersangka oleh KPK.
Siman telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin.Dik/40/DIK.00/01/08/2021 tanggal 19 Agustus 2021 Juncto Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tanggal 23 Agustus 2021.
Akan tetapi, Majelis Hakim praperadilan menolak eksepsi dari pihak KPK dan menyatakan bahwa penetapan tersangka oleh KPK kepada Siman Bahar tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang diputuskan pada Rabu, 27 Oktober 2021.