Berita

Gubernur DKI Anies Baswedan/Net

Publika

Magnet Anies Mirip SBY 2004 dan Jokowi 2014

Oleh: Tony Rosyid*
JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 03:20 WIB

MAJU Pilpres, hampir pasti Anies Baswedan menang. Ini dapat dikalkulasi secara rasional. Anies tak ubahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2004 dan Jokowi tahun 2014.

Anies punya magnet cukup luar biasa. Dimana ada Anies, di situ berkumpul massa yang histeris. Mereka akan teriak: Presiden... Presiden... Presiden...

Anies Baswedan sudah identik dengan sebutan presiden. Ini ada di alam bawah sadar rakyat. Tak ada komando, tak ada yang provokasi.


Suatu ketika saya pernah lihat Anies di bandara. Saya perhatikan dari jarak belasan meter. Hampir nggak ada orang di bandara itu yang tidak minta foto sama Anies.

"Ini orang sepertinya memang sedang disiapkan oleh sejarah", gumamku dalam hati.

"Habis gelap terbitlah terang" kata temenku, seorang tokoh dari Jepara. Dia menggambarkan Anies sebagai sebuah harapan baru. Anies seperti air dalam kehausan rakyat.

Saya hanya mendiskripsikan tentang situasi sosial saat ini yang lagi gandrung dengan tokoh bernama Anies Baswedan. Objektif, apa adanya, dan memang begitulah faktanya. Sebuah ungkapan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Jika Anies disambut meriah dan dielu-elukan di Jakarta, itu hal biasa. Karena Anies memang gubernur Jakarta. Tapi, ketika Anies datang ke Makassar, Padang, Surabaya dan Jogja, masyarakatnya menyambut dengan antusias dan dalan jumlah besar, lalu teriak presiden... Presiden... Presiden..

Tentu ini bukan sesuatu yang biasa. Ini tanda zaman bahwa Anies memang sepertinya disiapkan oleh takdir untuk memimpin negeri ini kedepan.

Semalam ada yang telepon saya, dia dapat info bahwa ada sejumlah daerah yang minta Anies datang. Sepertinya mereka ingin juga merasakan kehadiran Anies setelah viral video sambutan kepada Anies di Surabaya, Makassar dan Jogja. Mereka sepertinya tidak sabar menunggu Anies selesai dulu dari tugasnya sebagai gubernur 16 oktober tahun ini.

Temen saya yang semalam telepon juga sedang cari akses ke Anies untuk menghadirkan gubernur DKI ini ke daerahnya. Dia jamin bisa kumpulkan minimal 10.000 orang. Pandemi bro... Pandemi... Sabar.

Untuk menguji kebenaran "tesis" saya di atas, anda coba testimoni dengan menghadirkan Anies di berbagai daerah. Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sulsel, Sumsel, Sumbar, Aceh, Sumut, atau mana saja.

Kasih tahu masyarakat Anies akan datang ke wilayah itu. Kita lihat, berapa banyak dan antusiasnya masyarakat yang menyambut Anies. Anda boleh patahkan "tesis" saya jika yang datang sedikit.

Masalahnya, Anies kalau datang ke daerah untuk keperluan tugas negara, diem-diem. Nggak kasih tahu masyarakat. Alasannya, ini tugas negara, bukan sedang kampanye. Anies betul-betul menjaga etika kerja.

Kalau kebetulan itu acara hajatan partai, silaturahmi ke ulama atau tokoh, ini akan dimanfaatkan oleh mereka untuk mengumumkan ke masyarakat sekitar. Nggak bisa diem-diem lagi. Ini terjadi seperti di Makassar (acara pernikahan), Jogja (partai), Surabaya dan Bumiayu Brebes (pesantren) itu.

Setiap zaman ada tokohnya. Jika dilihat dari banyak indikator, Anies adalah tokoh zaman ini. Anies punya magnet sosial yang cukup luar biasa.

Menjamurnya kelompok relawan Anies dengan berbagi nama dan identitas yang bermunculan saat ini adalah bukti nyata bahwa Anies punya magnet yang cukup besar. Dan ini tidak nampak pada tokoh lain.

Ada yang gak suka, itu pasti. Tidak ada tokoh di dunia ini yang disukai semua orang. Nabi sekalipun, tidak semua orang suka. Tuhan aja ada yang menolak kehadiran-Nya, apalagi manusia. Ini bukan analogi, jangan salah paham. Tapi ini menegaskan bahwa setiap manusia, ada yang suka, dan ada yang gak suka. Itu wajar saja.

Kelebihan Anies diantaranya tidak pernah bereaksi dengan kebencian orang lain kepadanya. "Dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang". Prinsip ini benar-benar menjadi karakter Anies dalam keseharian.

Kelebihan lain, setiap yang salah paham dan bahkan membencinya, sekali bertemu dan diajak komunikasi, lalu berubah sikap. Mungkin sikap lapang ini yang membuat Anies bisa merangkul semua pihak, termasuk yang semula tidak menyukainya.

Nggak mudah tersenyum kepada orang yang menyerang kita. Apalagi mendatangi rumahnya. Dan Anies bisa melakukan itu. Anies datang ke rumah Remy Sylado, seseorang yang kita semua tahu, pernah kurang positif pandangannya terhadap Anies Baswedan. Clear!

Selain integritas, kapasitas dan prestasi kerja, pola komunikasi Anies yang lembut, santun dan pemaaf, saya rasa ikut memberi kontribusi terhadap kharismanya.

Anies tak hanya mampu menyentuh otak, tapi juga hati masyarakat dengan emosinya yang stabil. Jika dirasionalkan, mungkin ini rahasia dari kharisma Anies yang sedang digandrungi rakyat.

Jika situasi ini bertahan, saya pikir Anies akan menjadi rebutan tidak saja kelompok masyarakat, tapi juga partai politik dan para pemodal.

*Penulis adalah pengamat politik dan pemerhati bangsa

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya