Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bersaing dengan Mantan Gubernur, Mirza Djausal Dinilai Punya Modal Paling Kuat untuk Pimpin Gerindra Lampung

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 15:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peta persaingan untuk mengisi jabatan Ketua Partai Gerindra Lampung belakangan makin hot seiring kabar ada mantan Gubernur Lampung yang bakal bergabung. Sosok mantan Gubernur Lampung itu tak lain Ridho Ficardo yang pernah menjabat pada periode 2014-2019.

Masuknya nama Ridho makin memanaskan persaingan menuju kursi Ketua Gerindra Lampung. Sebab, sebelumnya sudah ada nama anak Gunadi Ibrahim, Ahmad Giri Akbar, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Menurut pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila), Darmawan Purba, pergantian nakhoda Gerindra Lampung pasti akan menimbang Pemilu serentak 2024. Dan, itu bukanlah hal yang mudah untuk diputuskan.


Terlebih, kandidat pengganti Gunadi, kata Darmawan, harus memiliki modal sosial, politik, dan ekonomi. Menurutnya, Ridho Ficardo memiliki modal sosial yang tinggi sebagai mantan gubernur.

Sementara Giri Akbar dinilai masih belum terlalu menonjol untuk memimpin partai. Adapun Mirzani, menurutnya, memiliki modal ekonomi sebagai seorang pengusaha dan anak dari pengusaha besar Faisal Djausal.

"Dari beberapa pertimbangan di atas, saya melihat peluang Mirza jauh lebih terbuka dan mungkin saja Ridho Ficardo juga menjadi nominator yang kompetitif," terangnya, dikutip Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (3/2).

Senada dengan pandangan Darmawan, pengamat politik dari Unila lainnya, Himawan, menilai Mirzani Djausal paling potensial menjadi pengganti Gunadi Ibrahim. Alasannya, Mirza sudah populer dan berperan penting dalam menentukan langkah-langkah partai.

"Yang terbaru penyerahan mandat Cawabup Lampung Utara yang diusung Gerindra, Rahmat Mirzani Djausal yang menyerahkan mandat," ucap dosen Ilmu Pemerintahan ini.

Ditambahkan Himawan, penyerahan mandat itu menunjukkan posisi Mirza di Gerindra Lampung sangat kuat dan sangat penting. Soal Ridho, Himawan mengatakan peluangnya masih kecil.

"Ridho posisinya tidak sekuat dulu, kekuatan finansialnya sudah berkurang dan untuk menggerakkan partai butuh dana yang tidak sedikit," pungkasnya. 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya