Berita

Puluhan orang jatuh sakit usai konsumsi kokain palsu di Argentina/Net

Dunia

Kokain Palsu Bunuh 20 Orang di Argentina, Puluhan Lainnya Jatuh Sakit

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 13:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kematian massal terjadi di ibukota Argentina, Buenos Aires. Setelah diusut, kematian massal tersebut disebabkan kokain yang sengaja dipalsukan.

Pihak berwenang Argentina menyebut, kokain palsu tersebut telah menewaskan 20 orang dan 74 lainnya sakit parah hingga Kamis pagi (3/2).

Polisi mengatakan kokain tersebut dijual di lingkungan miskin pinggiran utara Buenos Aires, San Martin, yang kerap disebut "Puerta 8".


"Peristiwa ini benar-benar luar biasa. Saya harap saya tidak akan pernah melihatnya lagi," kata Jaksa Agung San Martin, Marcelo Lapargo, seperti dikutip ABC News.

Para ahli sendiri masih menganalisis kandungan apa yang menyebabkan puluhan orang tersebut meninggal dunia.

Namun pejabat pengadilan memperkirakan, kokain palsu sengaja dijual untuk mendapatkan untung yang lebih banyak.

Pada awalnya, delapan orang dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (1/2), setelah membeli obat-obatan terlarang tersebut. Kemudian jumlah korban bertambah.

Dari 74 orang yang mengalami sakit parah, 18 di antaranya membutuhkan bantuan pernapasan.

Pihak berwenang mendesak siapa pun yang mungkin telah membeli obat mematikan itu untuk tidak mengonsumsinya.

Sejauh ini, pihak berwenang juga telah menangkap 12 orang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya