Berita

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak/Net

Politik

Ini 4 Alasan Kenapa DPP Harus Pilih Emil Dardak sebagai Ketua Demokrat Jatim

KAMIS, 03 FEBRUARI 2022 | 08:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ada empat faktor yang jadi alasan kenapa DPP Partai Demokrat harus memilih Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Faktor keempat tidak dimiliki oleh calon lain.

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPD IMM Jatim periode 2018-2021, Andreas Susanto, menanggapi rencana DPP Partai Demokrat akan memutuskan siapa Ketua DPD PD Jatim terpilih dalam minggu ini.

“Empat faktor kenapa DPP PD harus memilih Emil. Di antara faktor yang saya sebut, faktor keempat yang tidak dimiliki oleh calon lain,” kata Andreas di Surabaya, Senin (31/1).


Pertama, Emil Dardak memiliki latar belakang akademik yang mumpuni, lulusan sebuah perguruan tinggi luar negeri, yakni Oxford. Tentu keilmuannya tidak diragukan lagi.

“Ke depan DPD Demokrat Jatim membutuhkan ini, yang akademiknya sama dengan sebelumnya. Soal ini Emil tidak diragukan lagi, semua sudah tahu di mana belajar selama ini,” ucapnya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (3/2).

Faktor kedua, memiliki citra yang baik di mata masyarakat Jawa Timur. Sehingga nantinya memiliki harapan mampu untuk mengangkat elektabilitas Demokrat di Jawa Timur.

“Selain mesin politik, citra dari sosok pemimpin menjadi penentu utama dalam mendulang suara. Posisinya sebagai Wagub tentu sangat menguntungkan, yang ini tidak dimiliki calon lainnnya,” jelas Andreas.

Ketiga, memiliki koneksi yang baik dengan DPP Partai Demokrat, karena hari ini kebijakan Parpol tersentral di Pusat. Selama Emil memimpin Demokrat Jatim, otomatis yang menggerakan mesin organisasi adalah ketua. Secara otomatis koneksitas lebih intens dengan DPP.

“Di Pusat yang diketahui pasti ketua, sebab kebijakan apapun ada pada ketua,” ujarnya.

Dan terakhir, faktor dikenal masyarakat. Ini memiliki faktor penentu bagi DPP Demokrat kenapa harus memilih Emil. Masyarakat Jatim sudah tahu siapa Emil, mulai dari Pacitan, Banyuwangi, Tuban, sampai Sumenep.

Dengan posisi sebagai Wakil Gubernur akan mudah bagi Emil untuk bisa dikenal masyarakat.

“Jika dia memimpin Demokrat Jatim maka sangat mudah dalam bersosialisasi ke masyarakat tidak mulai dari nol lagi,” terang Andreas.

Faktor keempat ini, menurut Andreas tidak dimiliki calon lain. DPP Partai Demokrat tidak akan ‘berjudi’ untuk memilih calon yang tidak dikenal masyarakat.

“Saya yakin DPP Partai Demokrat akan mempertimbangkan faktor-faktor ini. Demokrat sangat membutuhkan sosok Emil, yang akan dapat mudah dikenal masyarakat. Dan pada gilirannya Partai akan terdongrak,” tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya