Berita

Ilustrasi

Kesehatan

Hasil Investigasi, Satgas Covid-19 Luruskan Kabar Dugaan Permainan Karantina Warga Negara Asing

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 22:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 buka suara terkait polemik dugaan permainan karantina yang dialami oleh warga negara (WN) Ukraina, Iryana dan putrinya saat tiba di Indonesia.

Kabid Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Hery Trianto mengatakan, setelah dilakukan investigasi, prosedur karantina dan isolasi yang dijalani Iryana tidak ada masalah.

"Jadi kalau dikatakan prosedurnya kalau dari penelusuran sih nggak ada masalah," kata Hery Trianto dalam keterangannya, Rabu (2/2).


Hery menjelaskan, bahwa Iryana dan putrinya tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada tanggal 16 Januari 2022.

Sesuai prosedur, keduanya kemudian melakukan karantina di hotel daerah Harmoni setelah mendapatkan hasil entry test PCR negatif Covid-19.

Pada hari keenam karantina, lanjutnya, Iryana dan putrinya memperoleh exit test PCR. Hasil menunjukkan positif Covid-19.

"Dia (Iryana) positif CT-nya 19 sama 24, anaknya yang 6 tahun itu 24. Kalau Iryana, ini kan kategori infeksius. Nakesnya pasti akan merekomendasikan dia untuk diisolasi, karena dia memang tanpa gejala," terangnya.

Saat itu, masih kata Hery, Iryana memilih untuk karantina di hotel isolasi dan meminta untuk dilakukan tes pembanding. Pada perminttaan ini, dikabulkan dengan catatan biaya ditanggung mandiri.

Lebih lanjut, setelah menjalani isolasi di hari ke-5, Iryana dan putrinya itu kembali menjalani tes PCR. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya negatif Covid-19 dan keluar hotel isolasi pada tanggal 28 Januari untuk menuju ke Bali.

Dari kasus Iryana itu, Hery menyebutkan, Satgas menemukan banyak kasus perbedaan hasil PCR pada saat kedatangan dan hasil tes setelah menjalani karantina.

"Jadi 1.000 yang exit misalnya 6 persen, berarti 60 orang di antaranya, atau dari 100 yang keluar di antaranya bisa positif (Covid-19), exit test-nya itu sampai 6,4 persen. Kalau yang entry test itu positivity rate-nya 2,8 persen. Jadi memang lebih banyak," bebernya.

Kata Hery lagi, perbedaan hasil test ketika tiba dan setelah menjalani karantina juga bisa berbeda dengan melihat potensi penularan Covid-19 selama perjalanan di dalam pesawat.

"Ketika masuk (Indonesia) bisa jadi dia tertular di dalam pesawat atau sebenarnya sudah ada virus di tubuhnya tetapi belum berkembang. Itu yang kenyataannya. Belum terdeteksi," pungkasnya.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya