Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno/Net

Politik

Adi Prayitno: PBNU Sekarang Milik Banyak Partai, Paling Untung PDIP

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 11:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah komando Ketua Umum Tanfidziyah, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memiliki corak politik yang berbeda dari kepemimpinan sebelumnya.

Dalam pengamatan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, PBNU sebelum dipimpin Gus Yahya selalu diasosiasikan milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kini, corak politik itu tak lagi kental, sejak struktural PBNU masa khidmat 2022-2027 dikukuhkan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin kemarin (31/1).


Dalam momentum tersebut, Adi melihat implementasi dari pernyataan Gus Yahya yang sejak awal terpilih menegaskan sikapnya yang tak ingin PBNU dijadikan alat politik bagi PKB yang kini dipimpin Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

"Apalagi beberapa waktu lalu PBNU menegur keras Cak Imin karena memamerkan dukungan sejumlah PWNU di Jawa Timur, itu disebut menyalahi etika politik di PBNU," ujar Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/2).

Contoh konkret dari sikap PBNU yang dipimpin Gus Yahya itu, dipaparkan Adi, juga terlihat dari tamu undangan yang hadir di dalam acara pengukuhan yang dirangkai bersamaan dengan perayaan harlah ke-96 NU.

Ditambah, terdapat sejumlah tokoh parpol yang duduk di pucuk pimpinan PBNU periode 2022-2027, yang di antaranya berasal dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan PPP.

"PBNU sekarang ini sudah bisa diklaim oleh banyak partai. Salah satunya tentu ada PDIP," imbuh Adi.

Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini memperkirakan wajah PBNU sekarang bakal memberikan keuntungan ke salah satu partai besar di Indonesia.

Partai tersebut adalah PDIP. Alasannya, Adi melihat dalam momentum pengukuhan kepengurusan PBNU itu ada Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang menempel Presiden Joko Widodo yang memang sudah punya kedekatan dengan kaum Nahdliyin.

"Jadi kalau saya lihat begitu, wajah baru PBNU dalam banyak hal merugikan PKB dan Cak Imin. Tentu saja Puan ini orang yang dijagokan juga untuk maju Pilpres," demikian Adi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya