Berita

Puan Maharani nampak menempel ketat Presiden Jokowi di acara pengukuhan PBNU periode 2022-2027, Senin (31/1)/Net

Politik

Tempel Ketat Jokowi Tak Cukup Geser Bandul Pemilih NU, Puan Harus Rajin Sowan Kiai Daerah

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 06:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPR RI Puan Maharani harus memahami bahwa untuk masuk ke pemilih Nahdlatul Ulama (NU) tidak cukup dengan menempel Presiden Joko Widodo.

Puan nampak menempel Joko Widodo sata menghadiri acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027, Senin (31/1).

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun mengatakan, Puan Maharani harus memahami dalam hal menguasai basis pemilih NU harus dilakukan dengan dua pintu masuk, pertama elite dan kedua grassroot (akar rumput).


"Elite ya seperti sekarang dilakukan Mbak Puan. Dan elite pun ada juga yang disebut elite menengah," demikian kata Rico Marbun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/2).

Secara politik, Puan adalah salah satau tokoh politik yang paling aman soal tiket Pilpres. Sebab, PDIP adalah partai pemenang dan Mantan Menteri PMK itu sepertinya adalah calon tunggal.

Meski demikian, Rico mengingatkan Puan, dengan menempel Jokowi belum tentu efektif untuk menggeser bandul politik pemilih NU ke Puan Maharani.

Jokowi dikatakan Rico, selama ini telah terbukti menjadi dambaan warga NU. Sebab, dalam mematikan kartu politik lawan di Pilpres sebelumnya, basis pemilih NU jadi variabel utamanya.

Rico menyarankan kepada Puan agar lebih serius melakukan safari politik ke pondok pesantren yang tersebar di berbagai daerah. Dengan demikian, ia dapat berinteraksi sekaligus dengan tokoh penting yang menjadi simbol umat di berbagai daerah.

"Artinya puan harus rajin sowan ke tokoh-tokoh dan kiai-kiai penting. Dan pada waktu yang sama, Puan harus rajin datang ke basis pemilih NU," pungkas Rico.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya