Berita

Jembatan kereta api di Jammu dan Kashmir/Net

Dunia

Lebih Tinggi dari Menara Eiffel, Jembatan Kereta Api Jammu dan Kashmir Jadi yang Tertinggi di Dunia

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 20:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India adalah negara dengan 160 tahun sejarah perkereta-apian. Negara ini juga memiliki salah satu jaringan kereta api terpanjang di dunia.  

Saat ini panjang rute kereta api di India tersebar di 67.000 kilometer, dengan lebih dari 13.000 kereta penumpang dan 8.000 kereta barang, melayani 23 juta penumpang dan 3 juta ton barang setiap harinya.

Kereta api menghubungkan daratan, melintasi sungai, gurun, gunung, dan jurang, bahkan pegunungan Himalaya sekali pun. Salah satu tantangan adalah jalur di Jammu dan Kashmir.


Pada April lalu, India berhasil merampungkan jembatan kereta api tertinggi dunia. Dibangun pada ketinggian 359 meter, jembatan ini lebih tinggi dari menara Eiffel.

Jalur kereta api itu melalui Udhampur-Srinagar-Baramulla, yang akhirnya akan menghubungkan lembah Kashmir ke dataran melalui, membuat pergerakan orang dan barang menjadi lebih mudah.
Proyek tersebut bukan hanya pengembangan infrastruktur, namun juga menjadi revolusioner untuk Wilayah Persatuan Jammu dan Kashmir karena akan mengubah lanskap ekonomi di sana.

Meski bentangan trek ini tidak lebih dari 111 km, namun sepanjang 97,34 km trek ini berupa terowongan.

Sebelum kereta mulai melaju di jalur Udhampur-Baramulla, terowongan teknologi tinggi sepanjang 8,5 km yang menghubungkan Qazigund dan Banihal di Jammu dan Kashmir dibuka pada tahun 2021 untuk umum.

Terowongan itu akan membuat Kashmir tetap terhubung ke seluruh negeri sepanjang tahun.

Proyek jembatan tersebut bernilai hampir 300 juta dolar AS, dibangun di ketinggian 1.790 meter, 400 meter di bawah terowongan yang ada untuk mengurangi ancaman longsoran salju.

Pada tahun 2020, Jammu dan Kashmir muncul sebagai salah satu wilayah dengan kinerja terbaik di India untuk mengembangkan panjang jalan tertinggi.

Baru-baru ini, pada 19 Januari 2022, Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengatakan bahwa status negara bagian Jammu dan Kashmir akan dipulihkan setelah situasi di Wilayah Persatuan menjadi normal.

Area lain di mana perkembangan baru telah mengubah lanskap Jammu dan Kashmir adalah pembangkit listrik tenaga air. Meskipun ekonomi tumbuh, selama bertahun-tahun India telah berkomitmen untuk tujuan energi bersih dan terbarukan.

Membangun proyek pembangkit listrik tenaga air di Himalaya yang rapuh dan muda secara geologis tidaklah mudah, dan sejauh ini hanya seperempat dari potensi tenaga air besar India yang telah dimanfaatkan.

Jawaban untuk mengatasi tantangan ini adalah pembangkit listrik tenaga air ‘run-of-the-river’ yang menghasilkan listrik bersih dengan dampak minimal terhadap lingkungan. Setelah keberhasilan proyek semacam itu di negara bagian Himachal Pradesh di utara, Pemerintah India terus meniru model di Jammu dan Kashmir.

Kegembiraan pembangunan di kawasan ini telah terjadi setelah lama terhenti karena ketidakstabilan politik di kawasan itu menghambat pertumbuhan selama beberapa dekade.

Setelah amandemen konstitusi di India membawa negara bagian Jammu dan Kashmir sebelumnya di bawah administrasi Pemerintah pusat di Delhi, Pemerintah India telah menetapkan rencana ambisius untuk pengembangan wilayah tersebut.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya