Berita

Ilustrasi suap/Net

Publika

23 Pintu Suap di Kemendagri Biang Kegagalan Otonomi Daerah

Oleh: Yos Nggarang*
SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 18:21 WIB

APA yang diungkapkan oleh aktivis kemanusian Natalius Pigai hari ini, Selasa (1/2) dalam rilis soal ada 23 pintu suap, korupsi di Kemandagri mengagetkan publik.

Rilis mantan Komisioner Komnas HAM 2012-2017 tersebut membuka mata publik soal bahwa banyak pintu suap, korupsi di Kemendagri. Dan pintu-pintu suap itu sampai sekarang belum ditutup dan belum bisa diatasi.

Buktinya salah satu eks Dirjen Keuangan ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dengan dugaan suap pengurusan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional tahun 2021 Kabupaten Kolaka Timur.


Atas kejadian tersebut, publik bertanya: masa hanya untuk 23 pintu peluang suap, korupsi tersebut, Tito Karnavian sebagai Mendagri yang juga mantan Kapolri dan bergelar Profesor-Doktor tidak bisa atasi?

Akhirnya publik bisa menyimpulkan, gagalnya otonomi daerah dalam soal desentralisasi fiskal di mana didahului persetujuannya Mendagri ini bisa diduga ada patgulipat.

Dugaan publik lainnya, soal pengesahan ribuan Peraturan Daerah (Perda) dari Sabang sampai Marauke yang akhirnya harus dikoreksi oleh Kementerian Dalam Negeri disinyalir juga diduga ada permainan.

Dugaan ini terkait pada tahapan filter beberapa pasal yang menyangkut kepentingan daerah sering kali disinyalir ada ancaman pengahapusan beberapa pasal dalam draf Perda tersebut oleh Kementerian Dalam Negeri.

Bisa jadi usaha untuk mempertahankan pasal-pasal yang menyangkut kepentingan daerah tersebut agar tidak dihapus Kemendagri, maka mungkin saja diselesaikan dengan uang?

Jadi, semula yang kita harapkan kepada mantan Kapolri Tito bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di dalam Kemendagri ternyata gagal. Sebab praktik penyuapan salah satunya yaitu dana PEN (2021) yang menjerat mantan Dirjen Keuangan Kemendagri di masa Tito masih menjabat adalah sebuah kenyataan.

Jadi Tito yang Jenderal Polisi yang publik harapkan itu tidak bisa membawa perubahan alias gagal.

Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya