Berita

Bisnis

Cares, Commitment, and Connected, Tiga Prinsip Kolaborasi bank bjb Menyongsong 2022

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 10:19 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) optimistis menghadapi tahun 2022 dan mampu mencatat pencapaian lebih baik  dibanding 2021. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan kolaborasi dengan banyak pihak.

"Melihat pengalaman di tahun 2021 kami lebih optimistis menghadapi tahun 2022 walaupun kondisi pandemi masih menyelimuti kita," kata Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (1/2) .

Yuddy mengatakan, kendati Indonesia masih dilanda pandemi, namun kinerja bank bjb menunjukkan performa luar biasa. Indikasi itu terlihat dari Dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan yang terus naik. Fee base income dari digitalisasi juga turut mendorong pendapatan sepanjang kurun waktu 2021.


Optimistisme tahun 2022, juga seiring engine bank bjb yang semakin baik, yaitu infrastruktur digital. Layanan digital bank bjb mampu memenuhi kebutuhan masyarakat bertransaksi secara cepat dan aman.

"Beberapa engine yang kami punya seperti digitalisasi yang semakin baik. Ini bentuk komitmen untuk memberikan pencapaian yang lebih baik pada tahun ini," katanya.

Untuk menghadapi tantangan tahun 2022, bank bjb telah mencanangkan budaya perusahaan bjb Trust; Cross Collaboration 2022. Tagline ini mengusung tiga prinsip utama yang akan selalu dilakukan insan bank bjb untuk meningkat kepercayaan masyarakat terhadap bank bjb.

Tiga prinsip utama itu adalah Cares, Commitment, dan Connected (3C). Cares adalah budaya perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip peduli, saling berbagi, dan saling membantu. Kemudian commitment adalah sikap solid, satu misi, dan memberi nilai tambah. Terakhir connected yang dimaksudkan menjunjung tinggi sikap bekerjasama, bersinergi, dan no silo.

Tiga prinsip utama budaya perusahaan ini akan diwujudkan dalam bentuk kolaborasi. Menurut Yuddy di era digital saat ini, kolaborasi adalah hal penting yang harus dilakukan oleh seluruh insan bank bjb untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Perbedaan lokasi jarak dan waktu bukan menjadi penghambat aktivitas untuk berkolaborasi.

"Cross collaboration adalah momentumnya. Mari kita implementasikan program budaya perusahaan tahun 2022, bjb Trust Cross Collaboration," tambah dia.

Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan menyatakan, untuk mencapai target yang diharapkan, bank bjb perlu memaksimalkan kolaborasi dengan semua pihak. Bagi dia, kolaborasi adalah kekuatan dalam menjawab tantangan dan memudahkan pencapaian.

"Kolaborasi berkomitmen untuk satu visi solid dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan," kata Direktur Komersial dan UMKM bank bjb Nancy Adistyasari.

Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania menekankan bahwa kolaborasi memiliki pemahaman tentang satu semangat kerja yang sama menuju satu tujuan bersama.

"Kolaborasi adalah berbagai pengetahuan dan pengalaman dengan sesama agar semuanya menjadi lebih baik," ujar Direktur Information Technology, Treasury dan International Banking Rio Lanasier.

Sementara Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini mengartikan, kolaborasi adalah menjalin asa dan cita untuk menjadi sebuah pencapaian bersama yang berkualitas.

"Kolaborasi selalu menerapkan prinsip bekerja for as is simple dalam pekerjaan sehari hari," kata Direktur Kepatuhan bank bjb Cecep Trisna.

Dengan mengusung prinsip budaya perusahaan 3C serta mengedepankan kolaborasi, bank bjb optimistis tahun ini bisa dilewati dengan hasil gemilang. bank bjb yakin, tak ada yang tidak mungkin jika dilakukan bersama.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya