Berita

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun/Net

Politik

Petani Menjerit, Rudi Hartono Minta Kemendag Naikkan Harga Sawit

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 10:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan dikritisi Komisi VI DPR RI.

Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun mengatakan, kebijakan DMO dan DPO yang dikeluarkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membuat harga buah sawit di petani turun drastis.

"Petani banyak merugi akibat kebijakan itu. Faktanya, di lapangan sekarang jutaan petani menjerit karena penurunan harga sejak sehari Mendag umumkan kebijakan DMO," kata Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/2).


Keluhan para petani sawit itu juga ia sampaikan saat rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama dengan Kementerian Perdagangan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin kemarin (31/1).

Politisi Nasdem ini mengungkapkan penjelasan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang menghimpun pungutan dana pajak sawit, CPO dari petani.

BPDPKS, kata dia, memberikan Rp 7,6 triliun untuk subsidi minyak goreng ini.

"Berapa juta liter yang disubsidi dan berapa bulan lamanya ini akan disubsidi? Petani sawit merasa dikorbankan dengan diturunkan harga tandan buah segar (TBS) di petani, sementara harga CPO di pasaran internasional tetap tinggi dan cenderung naik," kritiknya.

Rudi Hartono mengingatkan bahwa selama setahun ini, pendapatan negara naik dari pajak CPO dan TBS petani sawit. Bahkan baru kali ini dalam sejarah, target pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 1699 triliun terpenuhi.

Oleh karenanya, ia meminta kepada Kemendag mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga sawit.

"Pemerintah harus menyadari bahwa petani sawit ini menyumbang devisa dan pajak yang besar untuk negara," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya