Berita

Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono saat hadiri peluncuran buku "Biografi Dipo Alam"/Repro

Politik

SBY: Dengan Kontrol Rakyat, Pemimpin Tidak akan Salah Jalan

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 03:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesan terhadap sosok Dipo Alam yang menemani perjalanan politiknya selama menjadi orang nomor satu di Indonesia.

SBY menceritakan sosok mantan Sekretaris Kabinetnya itu saat menghadiri peluncuran buku "Biografi Dipo Alam", Senin (31/1).

Kata SBY, Dipo Alam bisa memerankan diri sebagai mitra yang baik. Bahkan SBY mengakui selama dirinya menjabat Presiden, Dipo Alam tidak kehilangan identitas sebagai seorang aktivis. Artinya, Dipo Alam kerap melontarkan kritik secara langsung kepada SBY.


"Selama di kabinet, Pak Dipo Alam jiwa aktivismenya tidak pernah hilang, gelisah kalau ada hal-hal yang tidak benar, kritis tapi berisi kepada saya juga kritis. Meskipun disampaikan empat mata, menyampaikan hal yang tidak enak didengar supaya saya tidak keliru dalam mengambil keputusan," demikian ungkapan SBY terkait sosok Dipo Alam.

SBY juga menyinggung bahwa dalam negara dengan alam demokrasi, sebuah kekuasaan pemerintah harus tetap dikontrol. Lebih detail, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengulas tentang bentuk kontrol kekuasaan adalah diterapkannya konsep trias politika.

Yakni memisahkan sebuah kekuasaan menjadi tiga bagian, yakni legislatif, eksekutif dan yudikatif.

"Siapa yang mengecek power, ada check and balances dalam trias politika. Checks and Balances antara negara dengan rakyat, pemimpin dengan yang dipimpin," demikian ulasan SBY.

SBY menjelaskan, kontrol masyarakat terhadap aktivitas kekuasaan adalah bentuk sistem politik yang indah. Sebab, dengan kontrol masyarakat akan membuat seorang pemimpin tidak berjalan salah arah.

"Dengan kontrol dari rakyat, aktivis, civil society karena biasanya pemimpin tidak akan salah jalan dalam mengambil keputusan yang bertentangan dengan rakyat," terang SBY.

Dalam kacamata SBY, masyarakat memiliki tugas memastikan sebuah pemerintahan tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan.

"Semuanya for the sake of people interest (untuk kepentingan rakyat)," pungkas SBY.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya