Berita

Militer India/Net

Dunia

Hadapi Raksasa Militer China, India Makin Rajin Patroli di Samudra Hindia

JUMAT, 28 JANUARI 2022 | 09:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

India semakin intensif menggelar patroli kapal perang di Samudra Hindia seiring dengan cepatnya pertumbuhan kekuatan Angkatan Laut China.

Dari laporan The Straits Times, perairan lepas pantai India diisi dengan banyak kapal-kapal militer. Itu merupakan jumlah kapal terbanyak yang pernah dikerahkan oleh India sejak Perang Dunia II.

Diperkirakan ada sekitar 125 kapal angkatan laut asing berada di Samudra Hindia pada waktu tertentu, kira-kira tiga kali lipat jumlah yang dikerahkan setelah serangan teroris 11 September ketika AS menginvasi Afghanistan.


Pejabat India mengatakan pihaknya yakin dapat mengelola ancaman untuk saat ini. Tapi dengan kurangnya dana, maka sulit bagi India mengimbangi China dan negara-negara lain.

Sebagian besar kapal selam India berusia sekitar dua dekade. India berusaha untuk menambah kapal induk ketiga dan berencana meningkatkan armada kapal perangnya menjadi 200 unit.

Saat ini India memiliki sekitar 130 kapal perang, kira-kira sepertiga dari armada Angkatan Laut China yang terdiri dari 350 kapal dan kapal selam.

Berdasarkan presentasi rencana tahunan di parlemen, Perdana Menteri Narendra Mobi mengatakan anggaran angkatan laut akan menjadi fokus.

Profesor di S. Rajaratnam School of International Studeis, Anit Mukherjee mengatakan, pengembangan angkatan laut bagi India menjadi penting dengan pertumbuhan militer China.

“Seiring waktu karena kawasan itu semakin termiliterisasi, ketegangan di kawasan itu pasti akan meningkat. Solusi bagi India adalah mengembangkan angkatan laut jika ingin mengatasi kebutuhan diplomatik dan strategis yang berkembang," jelasnya.

Kapal perang China telah hadir di Samudra Hindia sejak 2008, dan India terus mengawasi tiga hingga delapan dari mereka yang terus berpatroli.

India telah mengerahkan kapal perang secara permanen di lima titik Samudra Hindia, yang membentang dari Teluk Aden di barat hingga Selat Malaka di timur.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya