Berita

Tentara Ukraina (Ilustrasi)/Net

Dunia

Ancaman AS, Jika Ada Serangan ke Ukraina, Proyek Pipa Rusia-Jerman Bisa di Ujung Tanduk

JUMAT, 28 JANUARI 2022 | 00:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ketegangan yang terjadi di perbatasan Ukraina dan Rusia sejak beberapa waktu belakangan ini membuat negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat cemas.

Pada Kamis (27/1), negeri Paman Sam bahkan mengancam akan menghentikan pembukaan pipa utama yang akan mengirim gas Rusia ke Eropa Barat, jika Rusia menginvasi Ukraina.

Proyek pipa utama yang disebut Nord Stream 2 itu rencananya akan membentang dari Rusia ke Jerman.


"Saya ingin memperjelas, jika Rusia menginvasi Ukraina dengan satu atau lain cara, Nord Stream 2 tidak akan bergerak maju," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price, seperti dimuat BBC.

Meski begitu, ia tidak menjelaskan secara spesifik mengenai tindakan yang akan diambil. Selain itu, ada juga pertanyaan menggantung soal apakah Amerika Serikat kan memiliki kekuatan untuk membatalkan proyek tersebut.

"Kami akan bekerja dengan Jerman untuk memastikan itu tidak bergerak maju," kata Price.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock sebelumnya mengatakan kepada parlemen bahwa sekutu Barat sedang mengerjakan paket sanksi yang kuat yang mencakup sejumlah aspek, termasuk proyek Nord Stream 2.

Namun ia menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih untuk melanjutkan dialog dengan Rusia.

Rusia juga konsisten untuk membantah dengan tegas semua tuduhan Barat mengenai kemungkinan serangan atau invasi. Pejabat tinggi di Rusia menilai bahwa mereka memiliki hak untuk mengerahkan pasukan mereka ke perbatasan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya