Berita

Plt. Jurubicara KPK Ali Fikri/RMOL

Hukum

KPK Ultimatum Pihak yang Coba Halangi Penggeledahan Paksa Kediaman Bupati Langkat

SELASA, 25 JANUARI 2022 | 16:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kepada semua pihak untuk tidak menghalang-halangi kerja-kerja pemberantasan korupsi, termasuk dalam hal ini terkait penggeledahan kediaman Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

KPK tidak segan-segan akan menerapkan ketentuan Pasal 21 UU Tipikor jika ada pihak-pihak yang menghalang-halangi kerja KPK.

Hal itu ditegaskan Pelaksana tugas (Plt) Jurubicara KPK Ali Fikri kepada wartawan beberapa saat lalu di Jakarta, Selasa (25/1).


"KPK mengingatkan kepada siapapun dilarang dengan sengaja merintangi hingga berupaya menggagalkan proses penyidikan perkara ini. KPK tidak segan menerapkan ketentuan Pasal 21 UU Tipikor," tegasnya.

Ali menuturkan, KPK hingga saat ini masih melakukan upaya paksa penggeledahan di wilayah Kabupaten Langkat, Sumut. Adapun, lokasi yang dituju diantaranya rumah kediaman pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

"Saat ini, Tim masih berada dilapangan dan melakukan pengumpulan bukti. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan kembali," demikian Ali Fikri.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan bahwa saat Tim Penindakan KPK sempat melihat dua ruang yang diduga kerangkeng saat hendak mengamankan Terbit Rencana dalam operasi tangkap tangan (OTT).

OTT KPK sendiri digelar pada Selasa 17 Januari 2022 dan Rabu 18 Januari 2022.

"Penyelidik KPK memang menemukan ruangan sebanyak 2 ruang yang terlihat seperti ruang berkerangkeng di area dalam pagar rumah Bupati Langkat," ungkap Ghufron.  

Namun begitu, kata dia, KPK siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya dalam mengungkap kasus dugaan perbudakan yang dilakukan Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin di kediamannya.

"KPK akan terbuka untuk bekerja sama dan akan mensupport penegak hukum lainnya," tegas Ghufron.

Ia menambahkan, KPK siap bekerjasama jika aparat penegak hukum lainnya membutuhkan keterangan dan bukti pendukung lainnya yang terkait dengan kasus perbudakan di kediaman Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin.

"Jika membutuhkan keterangan dan dokumentasi yang KPK miliki," tandas Ghufron.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya