Berita

Surat tanda terima dokumen tambahan dari Koalisi Mahasiswa Merdeka dari KPK/RMOL

Hukum

Ini Dokumen Tambahan Dugaan KKN Gibran-Kaesang dari Mahasiswa

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 17:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekelompok massa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Merdeka (KMM) berunjukrasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berkesempatan menemui perwakilan dari pegawai KPK untuk memberikan bukti tambahan kasus dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

KKN tersebut diduga dilakukan oleh dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka sebagaimana sebelumnya telah dilaporkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke KPK.

"Kami ingin memberikan bukti tambahan kepada pihak KPK untuk mempercepat proses kasus yang dilaporkan saudara Ubedilah Badrun, yaitu sebuah video rekaman pengakuan saudara Kaesang tentang privilege sebagai anak Presiden. Apa yang kami lakukan dilindungi UU," kata Ketua KMM Riki Sandi, Senin (24/1).


Menurut Riki, video tersebut mempertontonkan suatu tindakan pamer kekuasaan, dan sangat bertentangan sengan semangat reformasi 1998.

"Standar etika sudah bermasalah. Seorang anak Presiden berbisnis pada saat ayahnya masih menjabat dan kemudian mengakuinya sebagai suatu privilege. Ini tak dapat kami terima. Kami memandang kasus ini sudah sangat layak untuk ditindak lanjuti," tegasnya lagi.

Berdasarkan bukti tanda terima dari KPK yang diterima, perwakilan Koalisi Mahasiswa Merdeka, Riki Sandi membubuhkan tanda tangan dan stampel dari pihak KPK pada pukul 14.55.

Aduan Koalisi Mahasiswa Merdeka ini juga disertakan dengan penyerahan dokumen tambahan berupa Flashdisk yang diduga terkait dengan dugaan keterlibatan Gibran-Kaesang dalam praktik KKN.

Dalam aksinya, para mahasiswa ini mendesak KPK untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang diduga dilakukan dua putera Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka.

Hingga berita ini diturunkan, peserta aksi massa dari Koalisi Mahasiswa Merdeka ini sudah membubarkan diri sejak Pukul 15.10 WIB yang lalu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya