Berita

Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Prof Bagir Manan/Net

Politik

Prof Bagir Manan: Persoalan Hari Ini, Capres Kita Ditentukan Oligarki

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 14:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi demokrasi di Indonesia saat ini lebih banyak diisi oleh praktik oligarki.

Oligarki tersebut bisa dilihat dari keberadaan partai politik yang saat ini eksis dalam parlemen.

Demikian disampaikan mantan Ketua Mahkamah Agung, Prof Bagir Manan dalam diskusi virtual bertajuk Begawan Hukum Bicara Presidential Threshold' secara virtual, Minggu malam (23/1).


"Saya masih mengerti jika partai politik kita elitis, termasuk nanti elite yang punya komitmen, bisa saja mereka punya platform yang jelas, kadar intelektual tinggi. Tapi (yang disayangkan) parpol kita umumnya oligarkis," kritik Prof Bagir Manan dikutip dari kanal YouTube Forum Insan Kita, Senin (24/1).

Oligarki di partai politik tercermin pada sikap para kadernya, baik yang duduk di parlemen maupun yang tidak. Kata Bagir Manan, para kader partai tidak mampu mengambil sikap dan selalu bergantung pada keputusan ketua umum parpol.

"Misalnya ada pernyataan begini, 'ya, keputusan kita tunggu ketua saja, semua tergantung pada ketua'. Partai politik seharusnya sebagai forum demokrasi, tapi ini tidak terjadi di negara kita," jelas Prof Bagir Manan.

Praktik oligarki ini akhirnya merembet kepada pencalonan presiden dan wakil presiden. Capres dan Cawapres Indonesia yang seharusnya disaring dan dicalonkan melalui demokrasi akhirnya disusupi oleh praktik oligarki itu sendiri.

"Meski disebut menyertakan parpol (sebagai perwakilan suara rakyat), tapi pada akhirnya capres kita yang menentukan adalah kelompok oligarki di dalamnya. Itu persoalan kita semua," tutupnya.

Dalam diskuis tersebut, turut hadir pula secara virtual pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, serta beberapa tokoh dan peserta diskusi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya