Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Cegah Penyebaran Omicron, DPRD Jatim Minta Kedatangan PMI Diawasi Ketat

SENIN, 24 JANUARI 2022 | 08:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengawasan ketat terkait kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya ke Jawa Timur, harus menjadi tanggungjawab pemerintah. Baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

"Apakah mereka (PMI) pulang resmi atau dideportasi. Ini tanggungjawab perintah," tegas Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih.

Ketua Perempuan Bangsa PKB Jatim ini menegaskan, selama pandemi diakuinya pemerintah Malaysia memulangkan banyak pekerja ilegal ke tanah air.


"Yang tidak resmi dipulangkan. Sedang yang legal mereka pulang karena habis masa kontrak," jelas Hikmah, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah untuk memiliki strategi yang cukup jelas. Termasuk menghadapi ancaman Omicron yang makin nyata.  

"Maka proses layanan harus sesuai dengan standar kesehatan. Mereka yang ditangani melakukan screning di bandara. Mereka yang ditemukan sakit dilakukan pengobatan di rumah sakit. Untuk yang tidak sakit, tim satgas melakukan pengecekan di asrama haji," tutur dia.

Terpisah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, ketersediaan bed di Asrama Haji cukup memadai.

"Sebanyak 650 bed. Itu bisa untuk empat kali kedatangan PMI," tandas Khofifah Indar Parawansah di sela-sela kunjungannya mengantarkan Mario Suryo Aji memohon restu ke Wapres RI Ma'ruf Amin di Istana Wapres RI.

Khofifah menambahkan, apabila kuota PMI  dikarantina di Asrama Haji penuh. Pemprov Jatim memiliki dua opsi lain, yakni di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pemerintah Kemendikbud  dan Diklat  Kementerian Agama (Kemenag), keduanya di Ketintang, Surabaya.

Apabila ketiga tempat itu juga penuh, lanjut Khofifah, maka PMI bisa akan memakai hotel yang sudah disediakan pemerintah.

"Kurang lebih ada 27  hotel yang akan disediakan untuk karantina PMI sedangkan untuk non-PMI disediakan di 6 hotel," tuturnya.

Khofifah menyebutkan, ada jadwal percepatan kepulangan PMI dari Malaysia. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, kedatangan PMI ini berjumlah 129 orang.

"PMI mendarat di (Bandara) Juanda, mereka diswab PCR dan hal lain sesuai dengan standar protokol kesehatan kedatangan dari luar negeri," tegas Khofifah.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya