Berita

Peti-peti berisi monyet lab yang tercecer usai kecelakaan di Pennsylvania/AP

Dunia

Sempat Kabur Saat Kecelakaan, 100 Monyet Lab Berhasil Ditangkap Kembali

MINGGU, 23 JANUARI 2022 | 17:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah kecelakaan terjadi antara truktrailerdengan truk sampah di jalan raya Pennsylvania, Amerika Serikat pada Jumat (21/1). Kecelakaan ini bukan kecelakaan biasa, karena truk itu sedang membawa sekitar 100 monyet laboratorium.

Akibat kecelakaan itu, sejumlah monyet lab di dalamnya melarikan diri. Kejadian itu pun mendorong Komisi Game Pennsylvania dan lembaga lainnya untuk meluncurkan pencarian di tengah cuaca dingin.

Selang sehari setelahnya, tepatnya pada Sabtu (22/1), pihak berwenang memastikan bahwa monyet-monyet yang kabur itu pun berhasil ditangkap kembali, kecuali satu monyet yang belum ditangkap.


Juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Federal (CDC) Kristen Nordlund menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa 100 monyet cynomolgus telah dicatat. Sementara itu, tiga monyet lainnya mati setelah di-eutanasia.

Tidak jelas mengapa tiga monyet di-eutanasia. Namun Nordlund mengatakan para monyet yang di-eutanasia dilakukan dengan sangat manusiawi sesuai dengan pedoman American Veterinary Medical Association.

Setelah ditangkap, monyet-monyet itu pun segera dikirim ke fasilitas karantina yang disetujui CDC setelah tiba di Bandara Kennedy New York dari Mauritius, sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia.

Dikabarkan Associated Press, CDC yang berbasis di Atlanta mengatakan bahwa badan tersebut memberikan "bantuan teknis" kepada polisi negara bagian di Pennsylvania.

Lokasi fasilitas karantina dan jenis penelitian yang ditujukan untuk monyet-monyet itu tidak jelas. Tetapi monyet cynomolgus memang sering digunakan dalam studi medis.

Sebuah makalah tahun 2015 yang diposting di situs web Pusat Informasi Bioteknologi Nasional menyebut bahwa monyet cynomolgus merupakan primata yang paling banyak digunakan dalam studi toksikologi praklinis.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

UPDATE

ASEAN di Antara Badai Geopolitik

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:44

Oknum Brimob Bunuh Pelajar Melewati Batas Kemanusiaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:32

Bocoran Gedung Putih, Trump Bakal Serang Iran Senin atau Selasa Depan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:24

Eufemisme Politik Hak Dasar Pendidikan

Minggu, 22 Februari 2026 | 19:22

Pledoi Riva Siahaan Pertanyakan Dasar Perhitungan Kerugian Negara

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:58

Muncul Framing Politik di Balik Dinamika PPP Maluku

Minggu, 22 Februari 2026 | 18:22

Bank Mandiri Perkuat UMKM Lewat JuraganXtra

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:51

Srikandi Angudi Jemparing

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:28

KPK Telusuri Safe House Lain Milik Pejabat Bea Cukai Simpan Barang Haram

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:43

Demi Pengakuan, Somaliland Bolehkan AS Akses Pangkalan Militer dan Mineral Kritis

Minggu, 22 Februari 2026 | 16:37

Selengkapnya