Berita

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera/Net

Politik

PKS Ungkit Janji Jokowi, Awalnya Bikin Senang DPR tapi Ujungnya Bohong

SABTU, 22 JANUARI 2022 | 11:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemindahan Ibukota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur membuka kebohongan Presiden Joko Widodo.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengatakan, awalnya pemerintah berjanji tidak akan menggunakan anggaran negara dalam megaproyek tersebut.

Namun belakangan, janji pemerintah tersebut justru diingkari. Pemerintah memutuskan akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk memuluskan proyek IKN.


"Nah loh. Waktu itu DPR senang sekali tidak memberatkan APBN. Sudah ketok palu, ternyata diralat, akan memberatkan APBN atau bangun IKN pakai APBN," kritik Mardani dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (22/1).

PKS merupakan satu-satunya fraksi di DPR RI yang menolak pemindahan Ibukota Negara. Alasannya, masih banyak agenda pemerintah yang lebih prioritas dibanding IKN. Terlebih saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19.

Mardani memandang, masih banyak proyek pembangunan yang lebih membutuhkan uang negara dibandingkan dengan memindah Ibukota Negara.

Banyak banget proyek-proyek dari APBN yang belum atau tidak selesai, yang masih butuh banyak biaya. Bagusnya fokus ke sana, jangan hambur-hambur uang lagi dengan tambah proyek baru," tutupnya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya berjanji tidak akan menggunakan APBN dalam proyek IKN. Pada medio Mei 2019 silam, Presiden meminta IKN tidak membebani APBN dengan memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mencari skema lain.

Namun kini, pemerintah telah mengumumkan skema pembiayaan pembangunan IKN sebesar 53,3 persen dari APBN dan sisanya didapat dari kerja sama swasta dan BUMN.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya