Berita

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati/RMOL

Politik

Calon Kepala Badan Otorita IKN Harus Bebas dari Masalah Hukum

JUMAT, 21 JANUARI 2022 | 21:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sosok kepala badan otorita Ibu Kota Negara (IKN) yang akan dipilih Presiden Joko Widodo harus memiliki rekam jejak yang baik dan tidak tersangkut kasus hukum.

Demikian disampaikan Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/1).

Menurut Neni, tantangan yang akan dihadapi kepala badan ororita IKN ini akan berat, untuk itu diperlukan calon yang benar benar berintegritas dan mengedepankan kepentingan rakyat bukan untuk segelintir elit dan kelompok tertentu.


"Mengingat proyek IKN ini juga akan berpotensi korupsi jika pengelolan dan manajerialnya tidak baik," demikian analisa Neni.

Lebih lanjut Neni berpendapat, jika calon kepala otorita memiliki jejak masalah hukum maka membuktikan telah gagal mmbangun komunikasi politik yang dibangun dengan berbagai pihak termasuk juga masyarakat.

Ia berharap, kepala badan otorita harus memiliki kualifikasi yang dapat membangun komunikasi yang baik, dengan berbagai pihak dan juga publik.

"Ada banyak potensi risiko yang akan terjadi dan tentu ini harus dipertimbangkan termasuk juga manajemen risikonya. Jangan sampai pembangunan mangkrak di tengah jalan, maju enggan mundur pun enggan," urai Neni.

Untuk memuluskan proyek IKN lancar, Neni ingin pemerintah menunjuk calon kepala badan otorita IKN harus berdasar pada rekam jejak yang baik dan memiliki karakter kepemimpinan yang baik, efektif, berintegritas.

"Dan dapat dipercaya sebab yang bersangkutan juga akan mengarankan tindakan komunikasi, membuka saluran komunikasi dengan pihak terkait juga sekaligus sebagai penerima dan pemberi feedback dari stakeholder terkait," tandas Neni.

Beberapa calon yang pernah diungkapkan Presiden Jokowi sebagai calon Kepala Badan otorita IKN diantaranya: Mantan Bupati dua periode Abdullah Aawar Anas, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Mantan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro dan Tumiyono.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya