Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Net

Hukum

Eksekutif-Yudikatif Kena OTT, Firli Bahuri: Kita Harus Bangun Sistem yang Tak Ramah pada Korupsi

KAMIS, 20 JANUARI 2022 | 18:24 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua KPK Firli Bahuri mengaku perihatin atas ditangkapnya tiga kepala daerah yang merupakan pejabat eksekutif dan seorang pejabat yudikatif yakni seorang hakim di PN Surabaya dalam operasi tangkap tangan KPK. Hal ini diakibatkan lemah dan gagalnya sistem.

“Sungguh semua peristiwa ini garis besarnya adalah pelanggaran sistem, karena sistemnya gagal, buruk dan lemah,” kata Firli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/1).

Firli menyatakan, saat ini pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghilangkan praktek-praktek korupsi di negeri ini.


“Sistem harus dibangun agar tidak ada celah dan peluang untuk korupsi, tidak boleh ada lagi sistem yang ramah kepada korupsi,” tekan Firli.

Oleh karena itulah, lanjut Firli, memperbaiki sistem merupakan kerja besar bersama dibarengi dengan sinergi antar lembaga negara dalam pencegahan dan penindakan perkara korupsi. Dimana hal ini, kata Firli memerlukan orkestrasi.

“Kalau tidak ada pelanggaran sistem yang seorang pejabat lakukan, maka tidak akan mungkin dapat masuk ke dalam aksi perilaku korupsi,” kata Firli.

Disisi lain, Firli menegaskan bahwa KPK tidak pandang bulu dalam melakukan penindakan tegas terhadap mereka yang melanggar sistem yang dibuat demi menjaga integritas kelembagaan dan produktivitas pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Maka karena itulah mari berhati-hati dan jangan pernah mau berniat sedikit pun untuk korupsi,” tegas Firli.



Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya