Berita

Pejabat UNRWA berbicara kepada wartawan di ibukota Lebanon, Beirut/Al Jazeera

Dunia

Berpacu dengan Waktu, 210 Ribu Pengungsi Palestina di Lebanon Butuh Bantuan Dana

RABU, 19 JANUARI 2022 | 21:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan ribu pengungsi Palestina yang berada di Lebanon membutuhkan bantuan internasional sesegara mungkin. Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (19/1) memperingatkan bahwa pihaknya sedang berpacu dengan waktu untuk menyediakan layanan vital bagi sekitar 210 ribu pengungsi Palestina yang rentan di Lebanon yang dilanda krisis.

“Situasinya sangat serius dan krisis akan berlanjut,” kara direktur UNRWA Claudio Cordone saat berada di Beirut (Rabu, 19/1).

“Orang-orang ini yang tetap memiliki hak untuk menerima dukungan. Kami membutuhkan komunitas internasional untuk memungkinkan kami melaksanakan tugas ini," sambungnya.


Peringatan itu dikeluarkan selang sehari setelah UNRWA mengumumkan bahwa mereka memerlukan bantuan internasional senilai 1,6 miliar dolar AS untuk menghindari pemotongan layanan bagi sekitar 5,7 juta pengungsi Palestina di sejumlah negara dan wilayah, termasuk Lebanon, Suriah dan Yordania, serta di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Gaza. Sekitar 210 ribu di antaranya berada di Lebanon.

UNRWA sendiri menjalankan sekolah, klinik dan distribusi makanan serta program bantuan lainnya bagi pengungsi Palestina di Lebanon. Selain itum UNRWA juga mengelola kamp-kamp pengungsi di negara itu.

Cordone menekakankan, hampir 200 juta dolar AS dari dana yang dibutuhkan oleh UNRWA akan dialokasikan untuk mendukung pengungsi Palestina di Lebanon.

Cordone mengatakan dana itu diperlukan untuk membantu kamp-kamp pengungsi untuk mengatasi kekurangan air dan listrik dan melonjaknya biaya bahan bakar, serta untuk menyewa pekerja sanitasi, medis dan sosial, dan untuk memberikan bantuan tunai dan layanan perlindungan lainnya.

“Kami berpacu dengan waktu untuk membantu yang paling rentan bertahan dari krisis Lebanon yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon Najat Rochdi, seperti dimuat Al Jazeera.

Para pejabat PBB mengatakan bahwa sejak musim panas lalu, hampir 60 persen pengungsi Palestina di Lebanon makan lebih sedikit untuk mengatasi tingginya harga makanan dan obat-obatan. Selain itu, sekitar 1.200 anak pengungsi Palestina pun putus sekolah karena kekurangan dana.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya