Berita

Tonga setelah diluluhlantahkan oleh letusan gunung berapi dan tsunami/Net

Dunia

Selandia Baru Kirim Dua Kapal Militer Berisi Air Bersih ke Tonga

RABU, 19 JANUARI 2022 | 13:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selandia Baru mengirimkan dua kapal Angkatan Laut yang membawa air bersih dan pasokan lain ke Tonga, yang tengah menderita akibat bencana letusan gunung api dan tsunami. Kapal-kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Tonga pada Jumat (21/1).

Kapten HMNZS Aotearoa, Simon Griffiths mengatakan, mereka membawa 250 ribu liter air, dan memiliki kapasitas untuk memproduksi 70 ribu liter air per hari, serta pasokan lainnya.

"Untuk orang-orang Tonga, kami sedang di jalan dengan banyak air," ujar Griffiths, seperti dikutip AFP.


Kementerian Luar Negeri Selandia Baru mengatakan, pemerintah Tonga setelah menyetujui kedatangan HMNZS Aotearoa dan Wellington ke sana.

Setelah dihantam letusan gunung Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, disusul tsunami pada pekan lalu, ratusan rumah di Tonga hancur. Sedikitnya tiga orang juga dinyatakan meninggal dunia.

Bandara diselimuti debu vulkanik. Sementara komunikasi terhambat karena putusnya jaringan kabel di bawah laut.

Tonga mengatakan persediaan airnya telah terkontaminasi oleh abu.
Palang Merah mengatakan timnya di Tonga mendistribusikan air minum ke seluruh pulau di mana air asin dari tsunami dan abu vulkanik mencemari air bersih.

Kepala ilmuwan di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, James Garvin mengatakan, kekuatan letusan dari gunung berapi Tonga diperkirakan setara dengan 5-10 megaton TNT, kekuatan ledakan lebih dari 500 kali bom nuklir yang dijatuhkan oleh AS di Hiroshima, Jepang  pada akhir Perang Dunia II.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya