Berita

Chamath Palihapitiya /Net

Dunia

Sebut Warga Amerika Tak Peduli Pelanggaran HAM Uighur, Milyuner AS Dikecam Warganet

RABU, 19 JANUARI 2022 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan investor miliarder Chamath Palihapitiya bahwa dia dan kebanyakan orang Amerika tidak peduli atas dugaan pelanggaran terhadap etnis Uighur oleh China menuai kecaman publik.

Sebelumnya, Palihapitiya, pemilik bagian dari tim bola basket San Francisco yang juga pernah menjabat sebagai eksekutif muda di Facebook membuat komentar terkait Uighur dalam sebuah podcast.

Ketika itu dirinya menanggapi pernyataan pembawa acara bahwa tindakan Joe Biden tentang masalah HAM Xinjiang tidak membantunya dalam jajak pendapat.


"Jujur saja, tidak ada, tidak ada yang peduli tentang apa yang terjadi pada Uighur, oke? Anda mengungkitnya karena Anda benar-benar peduli. Dan saya pikir itu sangat bagus bahwa Anda peduli, tapi Kami semua tidak peduli. Saya hanya mengatakan kebenaran yang sangat sulit," katanya saat itu.

Pernyataan itu memicu reaksi media sosial, yang kemudian diklarifikasi Palihapitiya di akun Twitternya dan mengakui bahwa komentarnya menunjukkan sikap kurang empati.

"Saya percaya bahwa hak asasi manusia penting, baik di China, Amerika Serikat, atau di tempat lain," tulisnya di Twitter, seperti dikutip dari AFP, Rabu (19/1).

Banyak pihak, termasuk pengacara hak asasi manusia Rayhan Asat tidak puas dengan pernyataan maaf Palihapitiya.

"Ketika orang meminta maaf, mereka pantas mendapatkan kesempatan kedua. Saya tidak melihat ini sebagai permintaan maaf ketika Chamath bahkan tidak bisa mengakui bagaimana komentarnya menyakiti komunitas Uyghur," tulis Asat di Twitter.

"China merasa nyaman mengetahui bahwa eksekutif perusahaan mendukung mereka dan akan melanjutkan genosida ini," tudingnya.

Penyerang Boston Celtics Enes Kanter, yang telah berbicara blak-blakan tentang masalah hak asasi manusia dan berkampanye atas nama undang-undang kerja paksa, juga termasuk di antara mereka yang mengutuk komentar Palihapitiya.

"Ketika genosida terjadi, orang-orang seperti inilah yang membiarkannya terjadi," tulisnya di Twitter.

"Tuan Palihapitiya tidak berbicara atas nama waralaba kami dan pandangannya tentu saja tidak mencerminkan pandangan organisasi kami", kata tim tersebut.

AS menuduh China melakukan genosida dalam penindasannya terhadap minoritas Uighur yang mayoritas Muslim di wilayah Xinjiang, sebuah tuduhan yang berulang kali ditolak China.

Tahun lalu, Biden menandatangani undang-undang aturan baru yang mengharuskan perusahaan untuk membuktikan bahwa barang yang diimpor dari daerah tersebut tidak dibuat dengan "kerja paksa".

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya