Berita

Pengamat Sosial Politik, Rocky Gerung/Repro

Politik

Ubedilah Dituding Jadi "Asuhan" Demokrat-PKS, Rocky Gerung: Ia Gantikan Peran Partai Oposisi Menggeleng kepada Kekuasaan

RABU, 19 JANUARI 2022 | 01:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah hukum yang dilakukan oleh Dosen Universitas Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, dituding sebagai bagian dari gelagat politik partai oposisi seperti Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tudingan yang datang dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto itu ditanggapi oleh pengamat sosial dan politik Rocky Gerung, dalam diskusi bertajuk "Ubedilah Badrun dan Suara Akademisi" yang disiarkan di kanal YouTube FNN TV, Selasa (18/1).

"Akui saja bahwa Ubed itu diasuh oleh Demokrat dan PKS. Karena partai yang berpikir sekarang tinggal Demokrat dan PKS, kan berpikir artinya beroposisi," ujar Rocky.


Rocky menuturkan, pihak-pihak yang berpikir itu berarti sedang "menggeleng" kepada kekuasaan, dan menjadi suatu tradisi akademik kampus dahulu.

"Kampus didesain untuk menggeleng kepada kekuasaan. Jadi dari awal semester satu kita ajarin mahasiswa untuk menggeleng, supaya terjadi dialektis," katanya.

Maka dari itu, langkah hukum Ubedilah melaporkan dugaan pelanggaran hukum dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dan Kaesang Pangarep,  ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sikap akademisi yang kritis.

Selain itu, Rocky menilai Ubedilah telah mengambil peran dari partai politik (parpol) oposisi yang seharusnya melakukan tindakan serupa atas dugaan-dugaan pelanggaran hukum yang terjadi.

"Jadi niat awal Ubed adalah untuk menggeleng kepada kekuasaan yang seharusnya adalah fungsi dari partai-partai oposisi yang sekarang diserap semua oleh kekuasaan," demikian Rocky.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya