Berita

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh/Net

Dunia

Terus Ditekan Soal Kesepakatan Nuklir, Iran: Setop Mengintimidasi Teheran

SELASA, 18 JANUARI 2022 | 07:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gejolak perbedaan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dalam upaya untuk menghidupkan kesepakatan nuklir belum bisa diredakan.

Ketika AS mendesak Iran untuk segera menetapkan tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan akhir, Teheran masih menggodok proses negosiasi yang dinilainya kurang memadai.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan tidak ada waktu untuk lebih banyak negosiasi karena kemampuan nuklir Iran semakin mendekati tahap memproduksi senjata.


"Saya pikir kami hanya memiliki beberapa pekan lagi untuk melihat apakah bisa kembali ke kesepakatan. Kami sangat kekurangan waktu," ujar Blinken.

Menanggapi pernyataan tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh Washington harus segera menghentikan intimidasinya terhadap Teheran.

Dalam konferensi pers pada Senin (17/1), ia mengatakan masih ada masalah-masalah utama yang memerlukan keputusan politik khusus. Namun sebagian besar kesepakatan telah dirumuskan.  

"Washington perlu mengumumkan keputusannya tentang masalah yang tersisa. Jika ini terjadi, kami akan menuju kesepakatan yang langgeng dengan kecepatan yang baik," jelas Khatibzadeh.

Negosiasi untuk mengembalikan AS kesepakatan nuklir telah dimulai sejak April tahun lalu, kemudian terhenti dengan pemilu di Iran. Negosiasi dimulai kembali pada Juli 2021.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya