Berita

Unjuk rasa menolak monopoli kekuasaan presiden di Tunisia/Net

Dunia

Tunisia Masih Membara, Unjuk Rasa Tolak Monopoli Presiden Terus Berlanjut

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 15:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setengah tahun berlalu sejak Presiden Tunisia Kais Saied memecat perdana menteri dan membekukan parlemen pada 25 Juli lalu. Namun aksi protes juga masih terus berlanjut, menolak monopoli kekuasaan oleh sang presiden.

Pekan lalu, Jumat (14/1), ratusan warga Tunisia berunjuk rasa di ibukota untuk memperingati 11 tahun pemberontakan yang menggulingkan Presiden Zine Al Abidine Ben Ali.

Unjuk rasa dilakukan meski ada larangan pertemuan publik untuk mencegah penularan Covid-19. Larangan tersebut hanya dua hari diberlakukan sebelum aksi demonstrasi.


Aksi diinisiasi oleh partai-partai politik besar dan sejumlah tokoh nasional yang menolak langkah Saied, seperti dikutip Al Jazeera.

Terlepas dari kehadiran polisi yang berat, partai-partai politik utama negara, organisasi masyarakat sipil, anggota parlemen, pengacara, dan aktivis berdemonstrasi.

Di Mohamed V Avenue, partisan partai Islam moderat Ennahdha berkumpul bersama anggota Citizens melawan kampanye kudeta.

Gerakan Ennahdha memegang kursi terbanyak di parlemen yang sekarang dibekukan. Mereka memimpin partai-partai oposisi yang memprotes penangguhan parlemen oleh Saied, perebutan kekuasaan pemerintahannya, dan rencana untuk mengamandemen konstitusi, yang mereka sebut kudeta.

"Elite politik sedang mencoba untuk menyatakan kehadirannya di ruang publik dalam tindakan perlawanan terhadap niat presiden untuk memonopoli proses politik," kata seorang analis politik Tunisia, Tarek Kahlaoui.

Inisiatif Warga Menentang Kudeta, yang mencakup anggota dan pendukung partai Ennahdha serta politisi dan pembela hak asasi manusia, telah mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan protes dari 17 Desember hingga 14 Januari untuk menuntut diakhirinya tindakan darurat dan kembalinya demokrasi.

Sementara itu, Saied telah berulang kali berjanji untuk menyelenggarakan dialog nasional selama beberapa bulan terakhir. Tetapi realitanya janji tersebut belum diwujudkan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya