Berita

Novak Djokovic/Net

Dunia

Resmi Dideportasi, Novak Djokovic Sudah Tinggalkan Australia

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 10:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Australia secara resmi telah mendeportasi bintang tenis dunia Novak Djokovic.

Djokovic diterbangkan keluar dari Australia pada Minggu malam (16/1), beberapa jam menjelang dimulainya Australian Open pada Senin (17/1).

Keputusan untuk mendeportasi Djokovic dilakukan setelah atlet asal Serbia itu kalah di Pengadilan Federal atas gugatan terhadap pembatalan visa yang dilakukan pemerintah Australia.


Dalam sebuah pernyataan, Menteri Imigrasi Australia Alex Hawke mengonfirmasi kepergian dari Djokovic dari negeri kanguru.

"Saya menyambut keputusan bulat hari ini oleh Pengadilan Federal Australia, menegakkan keputusan saya untuk menggunakan kekuasaan saya di bawah UU Migrasi untuk membatalkan visa Bapak Novak Djokovic demi kepentingan umum," ujarnya.

Di pengadilan, pengacara pemerintah mengatakan keputusan untuk membatalkan visa Djokovic sebagai bentuk penegakkan aturan pembatasan Covid-19, di mana Australia mewajibkan seluruh pelancong untuk divaksinasi terlebih dulu.

Jika Djokovic dibiarkan untuk tetap berada di Australia, dikhawatirkan pelanggaran tersebut akan diikuti oleh orang-orang.

Selain itu, Djokovic juga tercatat memiliki sejarah melanggar aturan protokol kesehatan, termasuk melakukan wawancara meski sudah dinyatakan positif Covid-19.

Kendati begitu, pemerintah Australia akan tetap membuka pintu bagi Djokovic untuk bermain di Australian Open pada tahun depan.

Sementara itu, Djokovic menyampaikan kekecewaannya atas keputusan pengadilan. Namun ia menghormati keputusan tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya