Berita

Laut China Selatan/Net

Dunia

Kirim Pesan Kuat ke China, Jepang Jalankan Operasi Bebas Navigasi di Laut China Selatan

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 08:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang mengirim pesan kuat terhadap China, menolak klaim Beijing atas Laut China Selatan dengan menjalankan Operasi Bebas Navigasi di perairan tersebut.

Dikutip dari laporan Radio Free Asia, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang menggelar Operasi Bebas Navigasi di Laut China Selatan untuk memperingatkan Beijing.

"Operasi Laut China Selatan dimaksudkan untuk memperingatkan China, yang mendistorsi hukum internasional, untuk melindungi kebebasan navigasi, hukum, dan ketertiban laut," ujar pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang.


China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan dengan sembilan garis putus-putus. Beijing memperkuat klaimnya dengan membangun pulau buatan dan mengintimidasi negara-negara yang juga mengklaim perairan tersebut, termasuk Filipina.

Namun pada 2016, sengketa tersebut berhasil dimenangkan oleh Filipina di pengadilan Den Haag. Meski begitu, Beijing menolak untuk mematuhinya.

Semakin agresifnya China di Laut China Selatan membuat negara-negara di kawasan mengambil garis merah, termasuk Indonesia yang bukan negara pengklaim di Laut China Selatan.

Negara-negara Barat juga turut mengambil langkah untuk menahan ambisi maritim China.

Pertama, membentuk AUKUS, aliansi antara Australia, Inggris, dan AS. Kedua, telah meningkatkan Dialog Keamanan Segiempat (Quad), dialog keamanan strategis antara AS, India, Jepang, dan Australia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya