Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Takut Agresi Rusia, Kanada Keluarkan Travel Warning Agar Warganya Tak Kunjungi Ukraina

SENIN, 17 JANUARI 2022 | 07:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Kanada mengeluarkan travel warning untuk warganya agar tidak bepergian ke Ukraina di tengah konflik dengan Rusia.

Peringatan tersebut dikeluarkan pada Sabtu (15/1). Dijelaskan, penumpukan militer Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina telah meningkatkan risiko.

"Kami telah mengubah tingkat risiko Ukraina untuk menghindari perjalanan yang tidak penting karena agresi Rusia yang sedang berlangsung dan penumpukan militer di dalam dan sekitar negara itu," kata pernyataan yang dikutip Reuters itu.


Meski begitu, Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly dijadwalkan untuk mengunjungi ibukota Ukraina, Kyiv, pada pekan depan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Denys Shmygal.

Joly akan menegaskan dukungan Kanada untuk Ukraina di tengah tindakan agresif oleh Rusia.

Ia juga akan mengunjungi misi Kanada yang berisi 200 tentara yang sudah ditempatkan di Ukraina sejak 2015.

Seorang jurubicara Departemen Luar Negeri mengatakan Wakil Menteri Luar Negeri Kanada Marta Morgan dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman berjanji selama pertemuan pada pekan lalu untuk melanjutkan koordinasi yang erat dalam upaya mereka demi meredakan situasi.

Kanada memiliki populasi migran Ukraina yang cukup besar. Kanada mengambil garis keras terhadap Rusia sejak pencaplokan Krimea pada tahun 2014, serta memberlakukan tindakan hukuman terhadap 440 individu dan entitas yang terlibat dalam operasi tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya