Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan/Net

Dunia

Pakistan Kirim Tim Ahli Keuangan ke Afghanistan, Bantu Cegah Terjadinya Krisis Kemanusiaan

MINGGU, 16 JANUARI 2022 | 07:43 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Sejumlah tenaga kerja khusus dan terlatih Pakistan dikirim ke Afghanistan untuk mencegah krisis kemanusiaan di sana.

Atas perintah Perdana Menteri Imran Khan, mereka yang memiliki keahlian di bidang kedokteran, teknologi informasi, keuangan dan akuntansi, diboyong ke Afghanistan.

Itu dilakukan setelah baru-baru ini Khan menyambut baik permintaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk bantuan ke Afghanistan pada pertemuan Komite Pejabat Senior (Apex) di Afghanistan. Khan menekankan perlunya fokus pada Afghanistan, dan mengatakan situasi di sana sekarang lebih penting daripada krisis harga minyak.


Khan juga menekankan pentingnya memperluas kerjasama antara Pakistan dan Afgahnistan di bidang perkeretaapian, pertambangan, farmasi dan media.

Sejak Taliban menjabat, Pakistan telah mengirimkan "lima miliar rupee" bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, termasuk makanan, 50.000 ton gandum, peralatan medis darurat, barang-barang musim dingin dan persediaan lainnya.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya